Natasya Devianti: “Miris dengan Sarana dan Prasarana Sekolah di Bojonegoro yang Rusak”

oleh
oleh
(Ketua Pansus III LKPJ Bupati Bojonegoro Tahun 2021, Natasya Devianti )

Bojonegoro, damarinfo.com – Ketua Panitia Khusus III Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Bojonegoro tahun 2021, Natasya Devianti menyampaikan berdasar keterangan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Nur Sujito bahwa dinas yang dipimpinya tidak memiliki data kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Bojonegoro. Data yang dimiliki hanya data dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Dikti (Kemendibudristi) yang dinilai oleh Natasya Devianti subyektif dan tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

“Ternyata dunia pendidikan di bojonegoro dengan APBD yang tinggi , sangat miris dengan masih menyisakan sarana prasarana sekolah dengan keadaan rusak” Kata Sasa-panggilan Natasya Devianti-

Lanjut Sasa, kondisi seperti ini sangat berbanding terbalik dengan pembangunan infrastruktur di bojonegoro yang saat ini sedang digadang-gadang. Sasa juga menyampaikan bahwa pihak Dinas Pendidikan berjanji dengan meminta dukungan dari anggota Pansus III DPRD Bojonegoro Bojonegoro untuk menyiapkan data tersebut di PAPBD Tahun 2022 secara obyektif.

(Grafis kondisi ruang kelas SMP di Bojonegoro tahun 2020. Sumber data : npd.kemendikbud.go.id. Grafis : Syafik)

Sementara itu meski Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro tidak memiliki data kondisi sarana dan prasana sekolah, ternyata Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristi) mempunyai data kondisi sekolah seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga :   Surat Redaksi Potret Buram Dunia Pendidikan di Bojonegoro, dengan APBD Triliunan

Data tahun 2020 yang tercatat dalam laman (npd.kemendikbud.go.id, diakses Sabtu 19-Maret-2021, pukul 18.00 WIB) menyebutkan  93 persen Ruang Kelas Sekolah Menengah Pertama  (SMP) di Bojonegoro dalam kondisi rusak dan hanya tujuh persen dalam kondisi baik.

Jumlah keseluruhan ruang kelas tingkat SMP di Bojonegoro yang tercatat adalah 1.417 ruang kelas, dari jumlah tersebut 101 ruang kelas dalam keadaan baik atau tujuh persen, jumlah ruang kelas yang rusak ringan adalah 759 ruang kelas atau 53 persen, berikutnya kondisi ruang kelas rusak sedang adalah 271 ruang kelas atau 19 persen dan yang rusak berat adalah 286 ruang kelas atau 20 persen.

(Grafis kondisi ruang kelas SD di Bojonegoro tahun 2020. Sumber data : npd.kemendikbud.go.id. Grafis : Syafik)

Kondisi tidak jauh beda dengan ruang kelas SMP, ruang kelas Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah total ruang kelas 4.724 ruang, yang dalam kondisi baik hanya sembilan persen atau sejumlah 439 ruang kelas, untuk ruang kelas yang rusak ringan sebanyak 3.343 ruang kelas atau 71 persen, sedang yang rusak sedang adalah 656 atau 14 persen, sementara yang rusak berat adalah 286 ruang kelas atau enam persen.

Baca Juga :   Ironi Bojonegoro, APBD Tinggi Tapi Serapan Terendah se Jatim

Kondisi ini menempatkan Bojonegoro pada urutan ke delapan dari 38 Kabupaten/Kota dengan persentase ruang kelas dalam kondisi baik terendah  di Jawa Timur untuk SMP. Urutan pertama  terendah adalah Kota Blitar dengan ruang kelas dalam kondisi baik sebesar 2,99 persen, berikutnya adalah Kabupaten Sampang dengan prosentase ruang kelas dalam kondisi baik sebesar 4,57 persen.

Untuk Kota dengan persentase ruang kelas dalam kondisi baik tertinggi adalah Kota Madiun dengan prosentase 42,03 persen. Untuk Kabupaten dengan persentase ruang kelas dalam keadaan baik adalah Kabupaten Sidoarjo dengan besaran 22,44 persen.

Untuk tingkat SD, Kabupaten Bojonegoro berada pada urutan ke 17 dengan persentase ruang kelas dalam kondisi baik. Urutan pertama terendah adalah Kabupaten Lamongan yang hanya tercatat sebanyak 3,42 persen, berikutnya Kabupaten Magetan dengan persentase sebesar 4,47 persen dan urutan ketiga terendah adalah Kabupaten Banyuwangi dengan persentase sebesar 5,53 persen.

Sementara rata-rata persentase ruang kelas dalam kondisi baik tingkat SD se jawa Timur adalah 12,33 persen dan untuk tingkat SMP adalah 15,62 persen

Penulis : Syafik

Sumber : https://npd.kemdikbud.go.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *