Mujahid bin Jabir, Golongan Tabi’in yang Tafsirnya Langgeng Hingga Sekarang.

oleh
oleh
(ilustrasi)

Damarinfo.com – Mujahid bin Jabir (Arab: مجاهد بن جبر), hidup antara 21-104 H atau 642-722 M, adalah seorang ulama besar agama Islam, yang termasuk golongan tabi’in. Ia adalah seorang imam, ahli fiqih, serta banyak meriwayatkan hadits dengan derajat periwayatan yang dianggap sangat tepercaya (tsiqah). Mujahid menjadi rujukan dalam hal membaca (qira’at) dan memahami (tafsir) Al-Qur’an dan hadits.

Mujahid bin Jabir adalah seorang tabi’in, yaitu generasi setelah sahabat Nabi Muhammad yang mengikuti sahabat dan belajar langsung dari mereka. Ia dikenal sebagai salah satu ahli tafsir Al-Quran terkemuka pada masanya dan menghasilkan sebuah tafsir yang disebut dengan Tafsir Mujahid.

Baca Juga :   Sa'id bin al-Musayyab Ulama Terkemua Golongan Tabi’in

Tafsir Mujahid dikenal sebagai salah satu tafsir tertua yang masih ada hingga saat ini dan diakui sebagai salah satu sumber tafsir Al-Quran yang paling otentik. Karya Mujahid bin Jabr dalam bidang tafsir Al-Quran memberikan sumbangan besar bagi perkembangan ilmu tafsir dan pemahaman Al-Quran di kalangan umat Islam.

Mujahid dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam pengembangan ilmu tafsir Al-Quran. Ia menciptakan sebuah metode tafsir yang disebut sebagai “tafsir bi al-ma’tsur”, yaitu tafsir Al-Quran berdasarkan riwayat-riwayat dari para sahabat dan generasi awal Islam. Metode ini kemudian menjadi populer dan diadopsi oleh banyak ulama tafsir setelahnya.

Baca Juga :   Ulama Tabiin ini Tak Pernah Absen Sholat Malam.

Mujahid adalah murid dari Ibnu Abbas, dan banyak meriwayatkan darinya. Mujahid pernah membacakan Al-Qur’an di hadapan Ibnu Abbas sebanyak tiga puluh kali, dan pada setiap ayatnya ia berhenti dan menanyakan mengenai asbabun nuzul dan kandungan dari ayat-ayat tersebut.  Ia juga banyak mengikuti pendapat Ibnu Abbas dalam membaca (qira’at) Al-Qur’an serta fiqih. Selain Ibnu Abbas, Mujahid antara lain juga meriwayatkan dari Aisyah, Abu Hurairah, Sa’ad bin Abi Waqqas, Jabir bin Abdullah, Abdullah bin Umar, dan Abu Sa’id al-Khudri.

Editor: Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *