Moch. Tohirin Lulusan Pesantren Yang Sukses Sebagai Advokat

oleh
oleh
Moch. Tohirin, Advokat Bojonegoro

Bojonegoro, damarinfo.com – Santri alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro Moch. Tohirin beberapa tahun terahir sukses menggeluti dunia Advokat, ia adalah lulusan Sarjana Hukum Islam (S.H.I) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya kala itu.

Lulusan pesantren, kesannya setelah lulus akan menjadi Kiyai, ustadz, guru agama dan bidang kegamaan lainnya. Namun, santri juga bisa menekuni berbagai profesi.

Berdasarkan penjelasan Pasal 2 ayat (1) UU Advokat, tidak hanya terbatas pada seseorang yang lulus sebagai sarjana hukum. “Berlatar belakang pendidikan tinggi hukum” memiliki cakupan yang lebih luas (namun tetap terbatas) yaitu mencakup lulusan fakultas hukum, fakultas Syariah, perguruan tinggi hukum militer, dan perguruan tinggi ilmu kepolisian.

Moch. Tohirin menuturkan, jika profesinya sebagai advokat ia jalani semenjak di lantik oleh pengadilan pada bulan Oktober 2020 silam, setelah resmi menjadi advokat di bawah naungan organisasi Persatuan Advokat Indonesia (Peradi), ia melepaskan satu persatu pekerjaannya yang kemudian fokus pada dunia profesi advokat.

Baca Juga :   Ribuan Jamaah Berbondong-Bondong Hadiri Acara Puncak Haul Ke 31 KH. Moh. Sholeh dan Masyayikh

“Saya hanya mengikuti takdir Alloh, sejumlah profesi pernah saya jalani. Dan pada ahirnya mantap sebagai advokad,” tutur lulusan S2 Wijaya Kusuma ini.

Semenjak ahir tahun 2020 hingga awal 2024 ini, Moch. Tohirin dalam menjalani profesi sebagai advokat tidak ada kendala atau kesulitan dalam menangani kasus. Baik di Pengadilan Agama maupun di Pengadilan Negeri. Ia juga lintas provinsi dalam menangani kasus-kasus pidana.

Baca Juga :   Hari Puncak Haul ke 31 KH. Moh. Sholeh, IKAMI Attanwir Gelar Halaqoh dan Temu Alumni

“Menghadapi urusan dunia itu pokoknya Bismillah, pasti ada jalan,” tandas Alumni Attanwir 2002 ini.

Moch. Tohirin selalu mengingat apa yang telah di ajarkan di Ponpes Attanwir talun, seperti halnya terus mengamalkan sholawat dan dzikir. Sehingga menghadapi sesulit apapun kalau urusan dunia, semua menjadi biasa saja.

“Sami’na wa atho’na kepada guru, pegang teguh apa yang di ajarkan oleh guru, otomatis di mudahkan segala urusan,” pungkas advokat yang membuka kantor di ruko depan Pengadilan Agama Bojonegoro ini.

 

Penulis : Rozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *