Minyak Goreng Langka di Bojonegoro, Ini Pernyataan Wakil Rakyat

oleh
oleh
(Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto)

Bojonegoro,damarinfo.com – Kelangkaan minyak goreng di Bojonegoro mendapatkan perhatian dari wakil rakyat. Di antaranya dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Sukur Priyanto.

Sukur Priyanto menyampaikan perhatiannya atas kelangkaan minyak goreng yang telah menyusahkan emak-emak khususnya para pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bojonegoro. Dirinya meminta kepada Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMK untuk segera melakukan tindakan antisipasi atas kelangkaan minyak goreng ini.

“Minimal bisa mengurangi kelangkaan ini” Tegas Sukur-panggilanya- Senin 14-Februari-2022.

Lanjut Sukur, Dinas Perdagangan pastinya mempunyai jaringan yang luas baik itu Dinas Perdagangan di tingkat Provinsi atau distributor, sehingga memungkinkan untuk meminta tambahan pasokan ke wilayah Bojonegoro.  Pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro ini juga menyampaikan jika perlu dilakukan operasi pasar minyak goreng.

Baca Juga :   LSM Angling Dharmo Pertanyakan Fungsi Pengawasan DPRD

Wakil rakyat yang lain yakni Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi menjelaskan kasus kelangkaan minyak goreng bukan karena stoknya tidak ada, tetapi sejak ditetapkan HET minyak goreng dipasaran langka, ini harus diawasi, mulai dari produsen, distributor hingga retailnya.

“Dinas harus segera berkoordinasi dengan Pemprov, Pabrik dan Distributor minyak minyak goreng yang ada di Jawa Timur agar mempercepat distribusi ke daerah-daerah,” kata politis perempuan Partai Gerindra ini.

Baca Juga :   Dua Kali Gagal, KUA PPAS Tahun 2024 Penetapan di Jadualkan 20 September 2023, Sukur : Ini Bentuk Kehati-hatian Kita
( Manajer Persibo Bojonegoro, Sally Atyasasmi FotoSyafik )

Sally-panggilanya- menambahkan pihaknya juga berkoordinasi dengan legislatif di tingkat pusat juga untuk mendorong kementerian melakukan pengawasan distribusi dan mengevaluasi apakah HET yang ditetapkan. Hal ini merupakan kebijakan yang tepat untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng, mengingat harga bahan baku minyak goreng CPO pasar global lebih tinggi sehingga keuntungan ekspor lebih besar ketimbang pasar dalam negeri.

Seperti diberitakan sebelumnya para emak-emak khusunya pemilik UMKM hari ini Senin 14-Februari-2022 kesulitan mendapatkan minyak goreng dan saat membeli dibatasi jumlahnya. Padahal untuk UMKM kebutuhan minyak goreng lebih banyak.

Penulis :Syafik

Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *