Mentjari Tjepoe
Pembukaan Stasiun Tjepoe

oleh
oleh
(Opening van het station van de Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij te Tjepoe bij Blora, 1902, Collection Rob Niewenhuys.png: Revision history. ?Pembukaan Stasiun Cepu)

Damarinfo.com – Stasiun Cepu dan dipo lokomotifnya diresmikan pada 1902. Awalnya memiliki empat jalur terdiri dari satu jalur dinaungi kanopi stasiun, dua jalur di tengah tanpa tutupan atap, dan satu jalur untuk stasiun barang.

Di sebelah timur stasiun terdapat wesel percabangan ke kiri menuju depot BBM. Jalur cabang itu juga menghubungkan dengan jalur kereta api milik Samarang Joana Stoomtram Maatschappij (SJSM) menuju Stasiun Cepu Kota. Saat ini stasiun tersebut sudah tidak aktif mulai 1974.

Sejak Cepu menjadi penghasil minyak, banyak orang Belanda bekerja di perusahaan minyak Dordtsche Petroleum Maatschappij (Milik Royal Dutch Shell) dan tinggal di kota. Klub hiburan bergengsi setara Societeit de Harmonie di Batavia pun muncul di Cepu dengan nama Societeit Tjepoe.

Begitu banyaknya orang Eropa yang tinggal dan bepergian dari dan menuju Cepu, menyebabkan jumlah penumpang terus meningkat. Mengantisipasi kenaikan tersebut, NISM merenovasi Stasiun Cepu menjadi lebih besar pada 1910. Bangunan sederhana yang awalnya terdiri dari material kayu jati diganti menjadi bangunan batu. Di kota Cepu sebenarnya masih ada jalur kereta api lain khusus untuk angkutan kayu jati milik Jawatan Kehutanan Hindia Belanda yang saat ini diambil alih menjadi milik Perum Perhutani Jawa Tengah

Baca Juga :   Kini Kereta Api Bojonegoro –Surabaya, Tiga Kali Sehari
(Kegiatan bongkar muat Minyak di Stasiun cepu.)

Sebelum ditemukanya cadangan minyak bumi perusahaan kereta api Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) menolak permintaan Pemerintah Kolonial Belanda untuk membuka jalur Semarang sampai Surabaya, karena rencana jalur Semarang-Surabaya dianggap kurang menguntungkan. Di sepanjang lahan yang direncanakan masih berupa hutan belukar dan tanah rawa-rawa luas yang jarang ditinggali penduduk.

Baca Juga :   Mulai Maret, Kereta Blora Jaya Singgahi Stasiun Wadu

Tetapi sejak ditemukannya cadangan minyak bumi dan pengeboran pertama dilakukan di Cepu pada 1893, sikap NISM berubah. NISM melihat potensi keuntungan angkutan minyak melalui rute Cepu-Semarang dan Cepu-Surabaya. Jajaran direksi sepakat mengirim permohonan proposal eksploitasi kereta api lintas Gundih-Cepu-Surabaya kepada pemerintah kolonial. Porposal permintaan itu disetujui dengan lebar sepur sama yang digunakan SS yaitu 1067 mm.

Penulis : Syafik

Sumber : https://heritage.kai.id/page/Stasiun%20Cepu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *