Mentjari Lamongan
Keunikan Kompleks Masjid dan Makam Sendang Duwur Lamongan.

oleh
oleh
(Moskee van Sendangdoewoer te Patjiran bij Lamongan/Masjid Sendang Duwur, Paciran Lamongan. Foto diambil antara 1941 sampai 1953. Sumber : https://digitalcollections.universiteitleiden.nl/)

Damarinfo.com – Di Kabupaten Lamogan ada beberapa situs sejarah penting dalam penyebaran agama islam, di antaranya adalah Makam Sunan Drajat dan Makam Sunan Sendang Duwur, keduanya berada di Kecamatan Paciran Lamongan.

Keunikan Makam Sendang Duwur ada dua hal yakni keunikan dari sisi sejarah dan juga dari sisi bangunan. Mengutip laman lamongankab.go.id  disebutkan bahwa Sunan Sendang bernama asli Raden Noer Rohmat merupakan keturunan Syekh Abdul Qohar dari Baghdad yang merantau ke Jawa dan menikah dengan putri dari Tumenggung Sedayu, bernama Dewi Sukarsih.

Di Sendangduwur Raden Noer Rohmat berhasil mengembangkan pertanian dengan bercocok tanam sambil berdakwah Agama Islam kepada penduduk lokal setempat. Karena keberhasilannya, Raden Noer Rohmat diberikan gelar Sunan Sendang oleh Sunan Drajat sesuai dengan tempat atau lingkungan tinggal beliau, yang terdapat Sendang.

Ada beberapa versi tentang pembangunan masjid di Sendang Duwur ini, salah satunya adalah Masjid yang dibangun oleh Sunan Sendang tidak dibangun secara bertahap, tetapi diboyong semalam dari Mantingan, Jepara.

Baca Juga :   Mentjari Indonesia Dua Poesaka Boepati Blora Warisan Soenan Bonang. Apa saja?

Pertama, masjid tersebut ‘diboyong’ oleh Sunan Sendang dalam waktu semalam adalah masjid milik Ratu Kalinyamat. Ia, memboyong masjid tersebut karena tidak mempunyai kayu, sehingga Sunan Drajad menyampaikan masalah ini kepada Sunan Kalijogo yang kemudian mengarahkannya pada Ratu Kalinyamat yang telah memiliki Masjid di Mantingan, Jepara.

Cerita lain menerangkan bahwa masjid ini dibawa rombongan dari Mantingan melalui jalur laut menuju Paciran hanya dalam waktu satu malam. Ketika mendarat, rombongan diterima langsung oleh Sunan Sendangduwur dan Sunan Drajat beserta pengikutnya (https://lamongankab.go.id/beranda/disparbud/post/7909)

(Gapura Makam Sunan Sendang Duwur, Paciran Lamongan. Foto diambil antara 1941 sampai 1953. Sumber : https://digitalcollections.universiteitleiden.nl/)

Keunikan kedua adalah dari sisi bangunan yang berada di Kompleks tersebut, seperti yang ditulis oleh Ahli Purbakala dari Belanda pada jaman kolonial dalam buku  “OUDHEIDKUNDIGE DIENST IN NEDERLANDSCH-INDIE Oudheidkundig Verslag 1919, UITGEGEVEN DOOR HET BATAVIAASCH GENOOTSCHAP VAN KUNSTEN EN WETENSCHAPPEN WELTEYREENIN ALBRECHT & Ca 1920” disebukan “ Dari konvensionalitas steril yang menjadi ciri konstruksi bangunan kuno Islam awal lainnya, seperti yang ada di Cheribon, Pasar Gede, Kudoes, dan lain-lain, belum ada yang terlihat di Sendang Duwoer. Dinding dan rangka gerbangnya dihiasi dengan ornamen warna-warni serta figur bunga dan binatang yang ditata dengan indah.

Baca Juga :   Siswi MTs Walisongo Sugihwaras Wakili Bojonegoro pada KSM Tingkat Provinsi

Yang luar biasa adalah penampakan sepasang sayap yang terbentang sebagai hiasan panel di kanan-kiri gerbang masuk, mungkin prototipe motif batik terkenal (Lar/sayap), yang setahu saya tidak ditemukan sebagai hiasan di Timur. Jawa tetapi ditemukan di Bali, serta bingkai salah satu gerbang lainnya, yang di dalamnya digambarkan lengkungan rusa.

(Makam Sunan Sendang Duwur, Paciran Lamongan. Foto diambil antara 1941 sampai 1953. Sumber : https://digitalcollections.universiteitleiden.nl/)

Gaya bangunannya menawarkan banyak perbandingan antara Jawa Timur di satu sisi dan Bali di sisi lain. Konstruksi dinding lingkar luar sangat mengingatkan pada Bali Utara dan antefiks pada bagian atas gapura bisa jadi merupakan perantara antara Jawa Timur, yang ukurannya lebih sederhana, dan Boeleleng yang besarnya tidak seimbang.

Demikian keunikan kompleks Majid Sendang Duwur jika penasaran silahkan datang ke kompleks Masjid Sendang Duwur yang ada di Desa Sendang, Kecamatan Paciran Lamongan.

Penulis : Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *