Mentjari Indonesia
Mengapa Mengganti Nama Menjadi Ki Hajar Dewantoro?

oleh
oleh
(Logo Hardiknas 2023. Sumber: Kemendikbud Risti)

damarinfo.com – Tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional oleh Bangsa Indonesia, berdasar Surat Keputusan Presiden Sukarno nomor No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959. Tanggal 2 Mei dipilih untuk memberikan penghormatan kepada Ki Hajar Dewantara yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889.

Ki Hajar Dewantara bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat adalah juga pahlawan nasional yang memperjuangkan pendidikan untuk rakyat Indonesia pada zaman Penjajahan Belanda. Salah satunya adalah mendirikan Taman Siswa, sebuah sekolah yang dikhususkan untuk pribumi yang waktu itu tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan.

Ki Hajar Dewantara merupakan Menteri Pengajaran pertama Kabinet Presiden Soekarno yang kemudian menjadi Kementrian Pendidikan dan Pengajaran dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ki Hajar Dewantara juga merupakan Pahlawan Nasional yang ke-2 yang ditetapkan Presiden pada  tanggal 28 November 1959 berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959.

(RM. Soewardi Soerjaningrat atau Ki Hajar Dewantara. Foto : Wikipedia)

Lalu mengapa Soewardi Soerjaingrat mengubah namanya menjadi Ki Hajar Dewantoro?

Baca Juga :   Tak Banyak yang Tahu, Ada Bule Penyokong Bung Tomo. Siapa Dia?

Sebuah koran berbahasa Belanda “De Locomotief” edisi 13 Maret 1928 menyajikan berita soal pergantian nama tersebut. Dalam artikel dituliskan alasan kenama Soewardi Soerjaningrat mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara.

Dalam koran tersebut disebutkan alasan penggantian nama tersebut karena pada saat itu usia Soewardi Soerjaningrat mencapai usia 40 tahun,  yang diyakini oleh orang jawa sebagai usia yang penting.

Baca Juga :   Upaya Pembunuhan Soekarno saat Sholat Idoel Adha
(Tangkapan Layar Potongan Berita di Koran De Locomotief Edisi 13 Maret 1928. Diunduh dari delpher.nl)

Hal ini juga terkait dengan kewajibannya sebagai pengajar, sehingga dipilih nama Ki Hajar yang diambil dari bahasa jawa kuno. Sementara nama Dewantoro terdiri dari dua kata yakni Dewa yang berarti Dewa dan Antoro yang berarti perantara. Sehingga jika diartikan namanya menjadi Guru dari Kehendak Dewa.

Artikel ini juga menjelaskan tentang tradisi jawa terntang pergantian nama. Tradisi ini  adalah hal yang lazim karena alasan tertentu, misal saat seorang anak sakit-sakitan, lalu diganti namanya, atau ketika seseorang menjadi pejabat negara.

Begitulah alasan pergantian nama Ki Hajar Dewantara dari Soewari Soerjoningrat

Selamat Hari Pendidikan Nasional

Penulis: Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *