Mentjari Bodjonegoro
Bodjonegoro sudah Menjadi Anggota PSSI Sedjak 1938

oleh
oleh
(Tangkapan Layar Iklan Pertandingan Sepak Bola di Surat Kabar "Pemandangan" Edisi 3 Mei 1938)

Damarinfo.com – Kiprah sepak bola Bojonegoro ternyata sudah cukup lama, setidaknya Bojonegoro telah menjadi anggota Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia (PSSI) sejak tahun 1938. Ini dibuktikan dengan catatan berita dari harian Pemandangan edisi 3 Mei 1938. Selain itu juga ada terekam oleh Karel Stokkermans for the Rec.Sport.Soccer Statistics Foundation dalam laman http://www.rsssf.com/tablesi/indiechamp.html yang menceritakan sepak bola pada zaman belanda. Kabupaten Bodjonegoro dalam PSSI dulu mencatatkan klub berna R.E.N. S sebagai anggotanya.

Dalam Surat Kabar Pemandangan edisi 3 Mei 1938 diberitakan tentang Kongres Windon PSSI   yang bakal digelar di Solo pada 3-6 Juni 1938 disebutkan bahwa Jumlah anggota PSSI pada Kongres tersebut adalah 19, terdiri dari Djakarta, Bogor, Bandoeng, Tasikmalaya, Tjirebon, Keboemen, Magelang, Poerwokerto, Mataram, Solo, Klaten,Sragen, Semarang Salatiga, Ambarawa, Madioen,Blitar, Bodjonegoro dan Soerabaja.  Sementara itu meski Malang sudah ada bond/klub tapi belum masuk menjadi angota PSSI, baru pada tahun 1939 Malang menjadi Anggota PSSI.

Baca Juga :   Nasib Tragis Persibo di Liga 3 Jatim : Rekor Fantastis Belum Terkalahkan dan Kebobolan Dikalahkan Jersey Tertukar
(Tangkapan Layar Potongan Berita dalam Surat Kabar Pemandangan Edisi 3 Mei 1938.)

Menurut catatan Karel Stokkermans nama-nama klub yang mewakili masing-masing wilayah yang sudah menjadi anggota PSSI adalah Djakarta/Batavia (Voetbalbond Indonesia Jacatra) later Persidja/Persija), Bandoeng (B.I.V.B. (Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond), later Persib), Djokjakarta (P.S.M. (Persatoean Sepakraga Mataram), renamed P.S.I.M. (Persatoean Sepakbola Indonesia Mataram) in July 1930), Madioen (M.V.B. (Madioensche Voetbal Bond), later P.S.M.), Magelang (I.V.B.M. (Indonesische Voetbal Bond Magelang), later P.P.S.M.), Soerabaja (S.I.V.B. (Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond), later Persibaja/Persebaya) and Solo (V.V.B. (Vorstenlandsche Voetbal Bond), later Persis). Persibo (Buitenzorg), Persitas (Tasikmalaja), P.S.I.T. (Cheribon), Persibas (Poerwokerto), P.S.K.S. (Keboemen), P.S.I.A. (Ambarawa), P.S.I.Sa. (Salatiga), P.S.I.S. (Semarang), P.S.I.K. (Klaten), K’Satrya (Sragen), R.E.N.S. (Bodjonegoro), P.S.B.I. (Blitar) and Persim (Malang).

Nama Kesebelasan Persibo sendiri bukan dipakai oleh Kabupaten Bojonegoro namun digunakan oleh kesebelasan asal Bogor.

Baca Juga :   Bukan Bagus Kahfi, Pelatih Timnas Senior Justru Panggil Pemain Asal Blora Ini

Pada tahun 1938 R.E.N.S Bodjonegoro mengikuti Inlandsche Wedstrijden (Kompetisi Nasional Sepak Bola), namun sayangnya R.E.N.S harus gugur dalam babak kualifikasi tingkat jawa Timur. Kesebelasan Bojonegoro tersebut harus mengakui kehebatan PSBI Blitar dengan Skor 8-0, pada pertandingan yang digelar pada tanggal 12 Desember 1938 tersebut.

Pada kompetisi musim 1938/1939 tersebut final digelar di Solo dan yang menjadi Juara satu adalah VIJ /Batavia, juara dua adalah Persibaja/Soerabaja, Juara tiga adalah Persis/Solo dan juara ke empat adalah PSIB/Poerwokerto.

Penulis : Syafik

Sumber : Surat Kabar Pemandangan edisi 3 Mei 1938.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *