Mengulik Angka Kemiskinan di Bojonegoro. Sumbut Po Ra?

oleh
(Bupati Bojonegoro Anna Muawanah Menandatangani Deklarasi Penanganan Kemiskinan Ekstrem, Pendopo Malowopati, Senin 15-11-2021. Foto : Bagian Prokompim Pemkab Bojonegoro)

“Ra Sumbut, Duwite akeh koq isih akeh sing melarat “ Kata warga Bojonegoro di sebuah warung kopi.

Artinya tidak sesuai antara anggaran yang dimiliki Kabupaten Bojonegoro dengan hasil yang dicapai oleh Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Salah satu ukuranya adalah soal angka kemiskinan di Bojonegoro, yang masih tinggi jumlah dan persentasenya.  Jangan Baper dulu ya, kita kupas dengan data koq.

Pemkab Bojonegoro menyatakan bahwa penurunan angka kemiskinan di Bojonegoro tahun 2022 signifikan yakni diangka 1,06 persen dari 13,27 persen pada tahun 2021 menjadi 12,21 persen pada tahun 2022. Dan dinyatakan bahwa persentase kemiskinan lebih rendah dari Kabupaten Ngawi, Tuban dan Lamongan.

Apakah ini keberhasilan? (Sumbut po ra?)

Baca Juga :   Surat Redaksi
Otak Atik Data Kemiskinan Bojonegoro

Keberhasilan sebuah program atau usaha atau kegiatan harus diukur dengan target yang telah ditetapkan. Untuk sebuah pembangunan daerah, ukuran keberhasilannya adalah target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD). Di Bojonegoro RPJMD ditetapkan bersama antara Pemkab dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2022, tentang perubahan RPJMD kabupaten Bojonegoro tahun 2018 – 2023.

(Tangkapan Layar, Potongan Dokumen RPJMD Perubahan Kabupaten Bojonegoro 2018 – 2023.)

Dalam RPJMD Perubahan Kabupaten Bojoengoro, untuk indikator angka kemiskinan, target yang ditetapkan pada tahun 2022 adalah 11,95 – 11,55. Sementara data dari BPS dalam buku buku Data dan Informasi Kemiskinan Kabupaten/Kota di Indonesia tahun 2022 menyebutkan bahwa jumlah orang miskin di Bojonegoro adalah 153.400 jiwa atau 12,21 persen.

Baca Juga :   Bupati Anna Deklarasi Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Bojonegoro

Artinya capaian persentase penduduk miskin atau angka kemiskinan di Bojonegoro pada tahun 2022 tidak memenuhi target RPJMD, karena nilainya masih di atas rentang angka kemiskinan yang ditetapkan.

Jadi tentu bukan sebuah keberhasilan dong…

Kita coba dengan ukuran yang lain yang dianggap sebagai sebuah keberhasilan yakni besaran penurunan persentase penduduk miskin dari tahun ke tahun. Meski hal ini  tidak terdapat dalam kelaziman tata kelola pemerintahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *