Mengenal KH. Faqih Maskumambang, Guru Pendiri Ponpes Attanwir Talun

oleh -126 Dilihat
oleh
KH. Moch. Faqih Maskumambang Gresik

Bojonegoro, damarinfo.com – KH. Moh. Sholeh pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir Talun Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro jauh sebelum belajar di Makkah, mondok di KH. Moch. Faqih atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Faqih Maskumambang, beliau lahir pada tahun 1282 H atau bertepatan pada tahun 1866 M, di desa Maskumambang, wilayah Sedayu, Gresik di Jawa Timur. Beliau merupakan putera ke 4 dari KH. Abdul Djabbar atau yang di kenal dengan nama Abdul Jabbar Tsani.

Pondok Pesantren Maskumambang didirikan pada tahun 1859 M./1281 H. oleh KH. Abdul Djabbar sebagai usaha beliau untuk mencetak kader-kader da’i yang diharapkan dapat menghapus kepercayaan-kepercayaan masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

KH. Moch. Faqih memulai pendidikkannya dengan belajar langsung kepada ayahnya. Beliau belajar membaca al-Qur’an dengan qira’at Nafi’ dan selainnya, juga belajar fikih dan membaca kitab al-Minhâj (Minhâj al-Thâlibîn karya al-Nawawî) kepada ayahandanya.

Setelah selesai belajar kepada sang ayah, kemudian beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar ilmu nahwu dan bahasa Arab kepada Syekh KH. Kholil Bangkalan. Setelah selesai belajar kepada KH. Kholil Bangkalan, pada tahun 1298 H/1880 M, KH. Faqih Maskumambang pergi haji dan bermukim di Makkah untuk thalabul ilmi. Di Makkah beliau belajar kepada Sayyid Abu Bakar bin Muhammad Syatha, Sayyid Umar bin Muhammad Syatha dan anaknya Ahmad.

Baca Juga :   Bahsul Masail Haul KH. Moh. Sholeh ke 31 akan bahas Sholat PMI dan Sajadah Jumbo

Beliau juga bertemu beberapa murid Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan dan belajar dari mereka. Beliau belajar fikih dan nahwu kepada Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Makki, murid dari Muhammad ‘Abid al-Sindi dan Abdullah bin Hasan al-Dimyathi. Beliau mengaji Shahih Tirmidzi di beberapa majlis, seperti majlis Syekh Sa’id bin Muhammad Ba-Bashil yang saat itu menjabat sebagai mufti madzhab Syafi’i. Beliau juga mengaji Shahih Bukhari dari Sayyid Husain bin Muhammad al-Habsyi al-‘Alawi. Beliau mengambil riwayat dari Abid bin Husain bin Ibrahim al-Maliki, Jamal bin al-Amir al-Maliki, Sa’id bin Muhammad al-Yamani, Mahfuzh bin Abdullah al-Tarmasi, dan Abdul Hayy bin Abdul Kabir al-Kattani.

Selain belajar kepada ulama besar Makkah, KH. Faqih Maskumambang juga mengambil kredensi intelektual (ijazah) dan sanad keilmuan dari ulama-ulama besar dunia Islam yang datang ke Makkah untuk berhaji, seperti Syekh Syu’aib bin Ali al-Rabathi, Syekh Muhammad Ja’far al-Kattani, Syekh Abdullah Shudfan al-Hanbali al-Dimasyqi, Syekh Abdul Aziz bin Ahmad al-Banati al-Fasi, dan lain sebagainya.

Sepulangnya dari Makkah, KH. Faqih Maskumambang kemudian menetap di Maskumambang, Gresik, Jawa Timur dan membuka pesantren di sana. Beliau juga terhitung sebagai kawan dekat KH. Hasyim Asy’ari Jombang yang mana bersama-sama turut serta andil dalam kelahiran Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya pada tahun 1926.

Baca Juga :   Musabaqoh Qiroatil Kitab se-Jatim di Ponpes Attanwir, Di Ikuti sebanyak 115 Peserta

Kedekatan hubungan ini pun kian bertambah erat ketika salah satu keponakan KH. Faqih, yaitu KH. Ma’shum Ali (pengarang kitab ilmu shorof “al-Amtsilah al-Tashrifiyyah” yang terkenal), dinikahkan dengan putri pertama KH. Hasyim Asy’ari, yaitu Nyai Khoiriyyah Hasyim. Keponakan KH. Faqih yang lain, yang juga adik KH. Ma’shum Ali, yaitu KH. Adlan Ali, juga terhitung sebagai salah satu tokoh NU masa-masa awal.

Kitab karangan KH. Moch. Faqih di antaranya, Al-Manzhumah al-Daliyyah li Ma’rifah al-Syuhur al-Qamariyyah dalam bidang ilmu falak, juga kitab Al-Nushûsh al-Islamiyyah fi al-Radd ‘ala al-Wahhâbiyyah, yang mengkritik dan menolak ideologi Wahabi.

Dan pertama kalinya pada 9 Juni 2023, alumni dan santri Ponpes Attanwir Talun melangsungkan sambung sanad dengan berziarah, di mulai dari makam KH. Moh. Sholeh di maqbaroh Ponpes Attanwir, di lanjutkan ke makam KH. Moch Faqih dan KH. Abdul Jabbar Tsani di Sedayu, Gresik, Jawa Timur.

Penulis : Rozikin
Sumber : Di olah dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *