Media Pop-up dan Movable Book Dikenalkan ke Guru dengan Aplikasi Zoom

oleh
Peserta diskusi program pengabdian kepada masyarakat dengan topik kegiatan adalah Pemanfaatan Kolaborasi Pop-Up dan Movable Book dalam Membuat Media Pembelajaran 3D dengan memilih subjek pengabdian adalah guru-guru di Desa Geger, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro .Foto/dok. Humas IKIP PGRI Bojonegoro

Program Kemitraan Masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk Tri Darma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan oleh seluruh dosen di Indonesia.

Hal ini sesuai isi dari Undang-Undang Repubik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 60 bagian a dijelaskan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen berkewajiban melaksanakan Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Untuk melaksanakan salah satu dari tugas keprofesionalan tersebut, maka dosen IKIP PGRI Bojonegoro dan dosen Universitas Sebelas Maret berkolaborasi dalam satu program yang diketuai oleh  Cahyo Hasanudin, M.Pd. dari IKIP PGRI Bojonegoro, Novi Mayasari, M.Pd. dari IKIP PGRI Bojonegoro sebagai anggota 1 dan Dr. Kundharu Saddhono, M.Hum dari Universitas Sebelas Maret sebagai anggota 2. Program ini juga melibatkan mahasiswa. Alasan melibatkan mahasiswa agar mereka dapat menambah pengalaman dan pengetahuan yang tidak didapat dibangku kuliah.

Ketiga dosen tersebut membuat program pengabdian kepada masyarakat dengan topik kegiatan adalah Pemanfaatan Kolaborasi Pop-Up dan Movable Book dalam Membuat Media Pembelajaran 3D dengan memilih subjek pengabdian adalah guru-guru di Desa Geger, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro mulai dari guru pos PAUD hingga guru Madrasah Aliyah.

Pada program ini, tim pengabdi memberikan pelatihan tentang teknik membuat karakter kartun dengan menggunakan aplikasi moment camp, ibis Paint X, dan invinite design. Semua aplikasi ini dapat diunduh di playstore hp/tablet android. “Saya rasa guru-guru di desa Geger mampu menerapkan semua atau salah satu dari aplikasi tersebut karena aplikasi-aplikasi itu mudah dioperasikan. Aplikasi ini juga sangat membantu dalam menghasilkan karakter kartun atau pun beground untuk media 3D tersebut,” kata Cahyo Hasanudin.

Baca Juga :   Polisi Bojonegoro Berhasil Ungkap Dua Kasus Curanmor

Selain materi tentang teknik membuat karakter melalui beberapa aplikasi, guru-guru di DesaGeger juga dilatihmembuat media pop up dengan menerapkan teori dari Ryan, yaitu ada teknik 1) v-fold mechanism, 2) internal stand mechanism, 3) rotary mechanism, 4) mouth, dan 5) parallel slide mechanism, sertateknik lain, misalnyaadateknik lift the flap dan pull tab.

Kundharu menambahkan bahwa selama pandemi virus Covid-19 program ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi zoom kecuali pada saat penyerahan paket pelatihan kepada guru-guru di Desa Geger.

Mengumpulkan guru-guru yang ada di Desa Geger ini merupakan hal yang baru dan harus tetap dijaga ukuwahnya agar selalu bersinergi dengan arapat desa untuk memajukan Desa Geger dalam hal pendidikan. Guru yang dilatih pada program ini harus bisa membagikan ilmu kepada guru-guru lain di sekolahnya. Dengan demikian ilmu yang diberikan oleh pemateri tidak berhenti hanya sebatas pada peserta pelatihan ini. Namun bisa dirasakan oleh guru lain yang tidak ikut pada acara ini. Selain itu, guru-guru yang sudah dibekali cara membuat media 3D silakan dimplementasikan saat mengajar. Tujuannya agar peserta didik lebih antusias mengikuti pembelajaran. “Saya selaku PJ sekertaris desa sangat mengapresiasi program ini, semoga program ini bisa berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya,” ungkap Hantoro.

Baca Juga :   Soal SPP, Pihak SMAN 1 Sugihwaras Gelar Pertemuan dengan Wali Murid
salah satu peserta diskusi zoom, IKIP PGRI Bojonegoro.Foto/dok.Humas IKIP PGRI Bojonegoro

Jumari selah satu peserta pelatihan dari MI Muhammadiyah 27 Geger menjelaskan bahwa Pelatihan PKM Media Pembelajaran 3D ini sangat memberikan motivasi dan inspirasi kepada kami khususnya bagi pendidik supaya bisa mengembangkan media pembelajaran sehingga siswa tidak bosan dalam belajar.Selain itu, kegiatan online lewat zoom sangat efektif sekali karena masih dalam suasana pandemi covid 19, kami sangat mendukung sekali dengan kegiatan online ini sehingga pelatihan tetap berjalan dengan baik.

Ana Rozi Anudin dari MA Sunan Drajat menambahkan, kegiatan ini sangat menyenangkan karena banyak belajar hal baru tentang membuat media pembelajaran 3D. Sulis dariMTs. Sunan Drajat menyebutkan bahwa program ini dapat menambah wawasan dan membantu dalam menyusun media pembelajaran, beliau berkomitmen setelah pelatihan selesai, beliau akan menerapkan pada saat mengajar agar pembelajaran lebih varitif.

Harapan, dari program ini, meskipun nantinya berbasis online, ibu dan bapak guru yang sudah dilatih harus benar-benar serius dan bisa menghasilkan produk yang bermanfaat untuk pendidikan. Khususnya dalam hal media pembelajaran. Kegiatan ini dimulai sejak 04 Juli 2020 dan dijadwalkan berakhir sampai 08 Agustus 2020. “Kegiatan ini didukung penuh oleh DRPM Kemenristekdikti melalui kegiatan Program Kemitraan Masrayakat (PKM) dengan bentuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat,” ujar Novi selaku anggota program ini.
Penulis : Anis Ummi Khoirun Nisa/dosen IKIP PGRI Bojonegoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *