Mas Wawan Optimis Permohanan Praperadilanya Dikabulkan

oleh
((Konferensi Pers Wakil Bupati Bojonegoro bersama Tim Kuasa hukum, Kantor Wakil Bupati Bojonegoro Gedung Pemkab Lt 7. Rabu 6-4-2022. Foto : Jatmiko))

Bojonegoro,damarinfo.com – Sidang pra peradilan yang diajukan oleh Budi Irawanto atau akrab disapa Mas Wawan Rabu, 27-4-2022 memasuki pembacaan vonis dari hakim. Mas Wawan yang juga Wakil Bupati Bojonegoro optimis permohonan praperadilanya dikabulkan oleh Hakim.

“Optimis akan dikabulkan, karena ini akan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat yang mengalami hal yang sama, jadi tidak untuk diri saya sendiri” Kata Mas wawan.

Optimisme Mas Wawan didasarkan pada fakta-fakta hukum selama persidangan baik dari saksi ahli maupun dari saksi lain. Keterangan saksi ahli Profesor Dr. Sajiono SH yang diajukan oleh Mas Wawan seperti yang tertulis dalam Kesimpulan Akhir Sidang Praperadilan menyampaikan bahwa dinamika hukum yang terus berkembang, diperlukan terobosan-terobosan hukum untuk memberi keadilan dan kepastian hukum kepada para pencari keadilan salah satunya lembaga Praperadilan, yang harus bisa menjawab /memberikan koreksi atas persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat yang secara ketentuan hukum belum diatur dengan jelas di dalam KUHAP.

Selanjutnya Prof. Sajiono menyampaikan meskipun Surat Ketetapan Penghentian Penyeledikan tidak diatur dalam KUHAP, namun demikian bukan berarti apa yang belum diatur dalam ketentuan dalam Pasal 1 angka 10 dan Pasal 77 KUHAP tersebut lantas menghilangkan hak-hak konstusional warga/ masyarakat untuk melakukan pengujian/koreksi atas tindakan-tindakan yang dilakukan oleh penegak hukum kepada lembaga Praperadilan ketika dirasa ada kejanggalan-kejanggalan yang merugikan masyarakat, pilihan untuk menempuh upaya hukum yang mana adalah menjadi pilihan dan hak masyarakat pencari keadilan.

Prof. Sajiono juga menyinggung alasan penghentian penyelidikan yang berdasar pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri. Menurutnya jika Pengentian Penyelidikan terkait pencemaran nama baik didasarkan pada SKB tiga menteri Nomor : 229 tahun 2021, No 154 tahun 2021, dan No KB/2/V/2021 tertanggal 23 Juni 2021 tentang pedoman implementasi atas Pasal tertentu dalam UU ITE yakni huruf K, adalah tidak tepat sebab SKB tersebut sebagai aturan teknsi dan tidak bisa menciptakan norma baru.

Sementara dari Saksi, admin dan anggota grup Whatsapp “Jurnalis dan Informasi” menyampaikan kebenaran peristiwa chat yang dikirim oleh Anna Muawanah yang menjadi dasar aduan Mas Wawan ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik.

Tim Kuasa Hukum Mas Wawan yang dikomandani oleh Mohammad Sholeh dari “Sholeh & Partner” menyampaikan juga terkait saksi ahli Dr. Lucky Endarwati, S.H. (Dosen Unibraw Malang)  dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur selaku termohon perkara pra peradilan.

Mohammad sholeh berpendapat bahwa ada kejanggalan yang terjadi saat Saksi Ahli dari Polda Jatim dihadirkan dalam persidangan, yakni saksi ahli sejak awal persidangan sangat  dibatasi untuk memberikan keterangan hanya sebatas pada Objek Praperadilan, sehingga banyak pertanyaan dari Pemohon yang terkait hukum materil ahli selalu keberatan untuk menjawab, padahal sesuai fakta hukumdalam perkara Praperadilan yang diajukan Pemohon erat kaitanya harus ada kesesuain baik hukum materil maupun hukum formil, dan sesuai fakta dan bukti yang di sampaikan oleh Termohon dengan bukti P- 18 ahli sudah memberikan pendapat hukumnya baik formil maupun materil.

Saksi ahli dari Polda Jatim juga tidak menjelaskan dan tidak menemukan dasar hukum tentang larangan apakah jika ada masyarakat yang mengajukan pilihan hukum terkait ketidak puasan atas suatu laporan Polisi yang dihentikan di tingkat Penyelidikan maka diajukan ke lembaga Praperadilan adalah suatu upaya hukum yang dilarang/tidak diperbolehkan.

Saksi ahli dari Polda juga menyampaikan dalam persidangan yang mengatakan jika unsur tuduhan yang diadukan oleh PEMOHON terpenuhi sebagaima Pasal 310 KUHP. Hal ini menegaskan jika TERMOHON telah melakukan kesalahan dalam penghentian penyelidikan dengan dasar bukan peristiwa pidana.

Penulis ; Syafik

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *