LSM Angling Darma Gelar Aksi Demo di DPRD, Sampaikan Kasus Korupsi dan Kegagalan Pembangunan Pasar

oleh
oleh

Bojonegoro, damarinfo.com – Puluhan warga Bojonegoro yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Angling Darma, selain mendatangi Mapolres juga menggelar aksi demo di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, di hadapan wakil rakyat tersebut berharap agar pimpinan di eksekutif menindak anak buah atau bawahannya yang bermasalah serta mendukung Aparat Penegak Hukum (APH) dalam penindakkan dugaan-dugaan korupsi jika ada.

“Kami minta agar di sampaikan oleh DPRD, pimpinan eksekutif dalam hal ini Bupati supaya menindak anak buahnya jika melakukan kesalahan,” ujar Nasir selaku Ketua LSM Angling Darma Bojonegoro Kamis, 22-Juni-2023.

Menurut Nasir, siapa yang di nilai dugaan bermasalah yakni Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan usaha Mikro Bojonegoro yang mana membangun banyak pasar dengan anggaran yang nilainya puluhan miliar namun sepi, tidak malah mengangkat perekomomian masyarakat, dan dalam pembangunan pasar hewan di wilayah Kecamatan Balen di tenggarai ada unsur dugaan korupsi yang sudah di tangani Polda Jatim.

“Jadi penekanan kami supaya ada penindakan dari pimpinan kepada oknum bawahannya yang notabanenya bermasalah,” tandasnya.

Baca Juga :   Peringati Reformasi, Banteng Merah Putih Bojonegoro Gelar Aksi Demo

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto saat menemui aksi demo tersebut menyampaikan, jika LSM Angling Darma jangan hanya menyoroti atau membawa satu atau dua permasalahan saja dalam aksi demo, karena banyak sekali persoalan-persoalan di Bojonegoro yang berkaitan bau korupsi dan lain sebagainya. Dan terkait dengan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro di nilai layak mendapatkan piala penghargaan.

“Saya katakanĀ  jika Kepada Dinas Perdagangan layak mendapatkan piala penghargaan kegagalan pembangunan pasar dan ekonomi di Kabupaten Bokonegoro ,” tegasnya.

Baca Juga :   Bojonegoro Akan Miliki Perda Kawasan Tanpa Rokok

Masih menurut Sukur, kegagalan dalam pembangunan pasar dengan kucuran dana ratusan miliar yang di anggarkan itu bisa di lihat seperti pembangunan pasar Banjarejo gagal, saat ini menjadi pasarnya “sunder bolong”, pasar wisata ya g tidak tampak wisatanya kemudian pasar sroyo belum lagi pasar Kasiman dan Kedewan.

“Ini adalah bukti nyata bahwa selama Sukaemi menjabat sebagai Kepala Dinas tidak mempunyai program yang jelas, program yang matang dan perencanaanya tidak di lakukan dengan baik sehingga kesannya pasar yang di bangun tidak layak di gunakan pedagang maupun pembeli,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Sukaemi saat di hubungi melalui nomor Wats App-nya belum memberikan jawaban atas statemen LSM Angling Darma maupun Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto.

 

Penulis : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *