Libur Cegah Covid-19, Lainnya 14 Hari, Bojonegoro Tujuh Hari, Kenapa?

oleh
Sosialisasi soal pencegahan virus corona oleh Departemen Kesehatan

Bojonegoro-Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meliburkan siswa sekolah baik swasta maupun negeri selama tujuh hari, untuk antisipasi penyebaran virus corona alias covid-19. Cuma masalahnya, libur ini berbeda dengan daerah lainnya, yang mencapai 14 hari lamanya.

Libur anak sekolah ini sesuai instruksi Bupati Bojonegoro Nomor 2 tentang penangangan covid-19. Dimana salah satunya memerintahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro menyampaikan ke sekolah negeri/swasta. Mulai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) melaksanakan proses belajar mengajar di rumah. Mulai dari tanggal 16-21 Maret 2020 atau enam hari ditambah libur hari Minggu jadi totalnya tujuh hari.

Baca Juga :   Pertamina EP Cepu Komitmen Tanam 25 Ribu Pohon di Bojonegoro

Namun kebijakan jumlah libur ini, berbeda dengan beberapa wilayahnya di Indonesia. Provinsi Jawa Timur misalnya, meminta kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan/Sekolah Menengah Pertama (SMK/SMA) untuk belajar di rumah selama dua pekan atau 14 hari. Begitu juga madrasah di bawah Kementerian Agama dimana melaksanakan pembelajaran dari rumah selama dua pekan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Dandi Suprayitno, untuk sementara libur hanya satu Minggu. Hal ini sambil menunggu hasil evaluasi dari proses selama satu pekan ini. “Kita lihat perkembangan dulu,” kata Dandi, panggilanya.

Sementara itu Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro Mochlasin Afan mendukung sepenuhnya kebijakan yang diambil oleh Pemkab Bojonegoro dalam penanganan Covid-19. Menurutnya semua pihak harus sinergi menghadapi virus dari negeri tirai bambu ini.

Baca Juga :   DPRD Bojonegoro Tolak Rencana Kenaikan Pajak Bumi-Bangunan

Terkait kebijakaan belajar di rumah selama satu Minggu, Afan-panggilanya menjelaskan, bahwa pengelolaan pendidikan dari PAUD hingga SMP menjadi kewenangan Pemerintah Bojonegoro. Ia mengatakan, sampai saat ini di Kabupaten Bojonegoro belum ditemukan kasus positiv covid-19 sehingga diambil kebijakan satu Minggu. “Setelah itu mungkin ada evaluasi, apakah diperpanjang atau tidak,” kata politisi partai Demokrat ini.
Penulis : Syafik
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *