Lamongan Pertahankan Sedekah Bumi Mendak Sanggring di Desa Tlemang

oleh
oleh
(Bupati LamonganYurohnur Efendi, saat menghadiri Sedekah Bumi Mendak Sangkring di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Lamongan, Minggu 2-Januari-2022. Foto/dok. Humas Pemkab Lamongan.)

Lamongan, damarinfo.com-Budaya ruwatan Mendak Sanggring peninggalan leluhur masih terawat di Kabupaten Lamongan. Tradisi unik itu masih dijaga dan dilestarikan masyarakat Desa Tlemang Kecamatan Ngimbang Lamongan.

Tradisi ini semakin kental dengan harmoni balutan musik karawitan dan semakin istimewa dengan hadirnya Bupati kebanggan Lamongan Yuhronur Efendi ditengah-tengah masyarakat Desa Tlemang saat melakukan prosesi Sedekah Bumi Mendak Sanggring Ki Buyut Terik, Minggu 2-Januari-2022.

Mendak Sanggring sendiri merupakan ritual adat masyarakat Desa Tlemang sebagai bentuk tradisi peringatan tahunan atas diwisudanya Ki Buyut Terik oleh Sunan Giri keempat sebagai pemimpin di Desa Tlemang. Pada saat itu, prosesnya dilaksanakan pada setiap tanggal 24 hingga 27 Jumadil Awal Tahun Hijriah. Wujud peringatan tersebut, yakni dengan disajikannya makanan khas Sangring, yang berisi ayam dan kuah. Keunikannya, semua yang memasak harus laki-laki.

Secara turun temurun, ritual adat ini setiap tahunnya diperingati oleh masyarakat Desa Tlemang bertepatan dengan upacara sedekah bumi sebagai rasa syukur setelah panen raya. Masyarakat pun sangat antusias dan semakin semangat untuk melestarikannya setelah mendapat pengakuan secara nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional.

Baca Juga :   Perebutan Sekdaprov Jatim, Ada Sekda Ngawi dan 6 Pejabat Pusat dan Pemprov Jatim

Bupati Yurohnur dalam kesempatan tersebut menyampaikan, dengan diakuinya budaya Mendak Sanggring sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional, akan terus mendorong pelestariannya dengan menjadikan Desa Tlemang menjadi Desa Wisata.“Saya harap budaya ini untuk terus dilestarikan dan dipertahankan, budaya ini sebagai peringatan atas dilantiknya Ki Buyut Terik yang waktu itu dilantik oleh Sunan Praben atau Sunan Giri ke empat. Selain itu tradisi ini juga menandakan bahwa Desa Tlemang ini kaya akan budaya. Ke depan, kami sepakat menjadikan Desa Tlemang menjadi desa wisata. Termasuk pembangunan sirkuit motocross,” tuturnya.

Baca Juga :   Di Jawa Timur Delapan Orang Sembuh dari Covid-19

Dengan dijadikannya desa wisata, Bupati Yes berharap berharap pendapatan masyarakat akan semakin meningkat, sehingga kesejahteraan masyarakat tercukupi.

Kepala Desa Tlemang Aris Pramono, pihaknya berkeinginan untuk menjadikan desanya menjadi desa agrowisata dan wisata religi. Hal ini terlihat dari potensi geografis Desa Tlemang yang memiliki kesuburan tanah sehingga berpotensi sebagai agrowisata.“Saya mohon dukungan dari Pak Bupati untuk membantu kami dalam mewujudkan Desa Tlemang ini menjadi desa wisata. Potensi geografis ini sangat cocok untuk agrowisata.,” harapnya

Penulis  : Sujatmiko

Sumber : Humas Pemkab Lamongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *