Laboratorium Kesehatan Daerah Blora Miliki Alat Tes PCR Covid-19

oleh
Petugas Labkesda Blora memeriksa sampel tes swab Covid-19 dengan peralatan PCR yang baru dioperasikan Selasa 5-1-2021.Foto/ist

Blora- Laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Kabupaten Blora kini telah dilengkapi peralatan uji polymerase chain reaction (PCR) Covid-19. Dimungkinkan ini merupakan Labkesda pertama kabupaten dan kota di Jawa Tengah (Jateng) yang memiliki alat uji PCR Covid-19.

Peralatan uji PCR Covid-19 sebagian besar selama ini berada di laboratorium rumah sakit. Blora sendiri sebelumnya mengirim pemeriksaan swab test Covid-19 warganya ke Solo dan harus mengantre dengan daerah lainnya.

Kini, seiring adanya alat uji PCR di Labkesda Blora, hasil pemeriksaan bisa diketahui lebih cepat. Apalagi kapasitas alat uji yang baru ini mencapai 50 sampel per hari. “Alhamdulillah surat izin dari Kemenkes untuk pengoperasian alat uji PCR di Labkesda Blora sudah turun. Sehingga kami bisa mengoperasikannya hari ini,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora dr Henny Indriyanti, Selasa 5-1-2021.

Pemakaian pertama peralatan tersebut digunakan untuk uji coba pemeriksaan sampel dari calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru di lingkungan Dinkes yang hasilnya bisa diketahui dalam waktu 2×24 jam.

Baca Juga :   DPRD Sarankan Pemkab Bojonegoro Beli Rapid Test

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Labkesda Sri Miningsih menambahkan, PCR Labkesda yang berada di Jalan Kolonel Sunandar 63 sudah disetujui Kementerian Kesehatan dengan SK Nomor SR.01.07/11/5778/2020 tertanggal 30 Desember 2020. “Di tahap awal ini kami targetkan memeriksa 50 sampel per hari dan hasilnya keluar 2×24 jam,” tandasnya.

Menurutnya, dalam tahap uji coba PCR-lab ini, pihaknya juga menyiapkan administrasi yang langsung terhubung dengan Kemenkes. Selanjutnya harus menyiapkan kebijakan terkait regulasi, administrasi, pembiyaaan dan keperluan lainnya dengan Dinkes. Tujuannya agar keberadaan alat baru PCR-lab milik Pemkab Blora tersebut benar-benar sempurna.

Baca Juga :   Dari Kluster Pasar di Bojonegoro, 168 Orang Reaktif Rapid Test

Ke depan, lanjut Sri Miningsih, Labkesda Blora juga membutuhkan tambahan 3-4 analis kesehatan atau ahli tenaga laboratorium medik (ATLM) agar pelayanan lainnya tetap bisa berjalan normal. Menurutnya, ATLM yang ada saat ini harus bekerja bergantian untuk pelayanan pemeriksaan jenis lainnya seperti tes narkoba, darah dan urine. “Kami hanya mempunyai empat orang analis kesehatan atau ATLM. Sehingga untuk pemeriksaan sampel lab-swab ditempuh dengan cara bergantian,” katanya.
Penulis : Ais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *