Kualitas Lingkungan Bojonegoro Tertinggi Dibanding Kabupaten Tetangga

oleh 0 Dilihat
oleh
(Ilustrasi IKLH 2024 by chatgpt)

damarinfo.com – Kualitas lingkungan hidup di Jawa Timur menunjukkan arah perbaikan dalam tiga tahun terakhir. Setelah sempat stagnan pada 2023, capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) provinsi meningkat pada 2024 dan masuk kategori “baik”. Namun, capaian tingkat provinsi tersebut tidak otomatis mencerminkan kondisi yang merata di seluruh daerah. Di kawasan barat Jawa Timur, perbedaan kualitas lingkungan justru tampak jelas antar kabupaten yang saling berbatasan.

Dalam konteks itu, Kabupaten Bojonegoro menempati posisi menonjol. Pada 2024, kualitas lingkungan Bojonegoro tercatat paling tinggi dibanding kabupaten tetangganya, sekaligus melanjutkan tren kenaikan yang relatif konsisten sejak 2022.

Bojonegoro mencatat skor 68,25 pada 2022, naik menjadi 70,10 pada 2023, dan kembali meningkat menjadi 70,34 pada 2024. Kenaikan ini memang tidak melonjak tajam, tetapi menunjukkan perbaikan yang berkelanjutan. Dalam peta kawasan, konsistensi tersebut cukup untuk menempatkan Bojonegoro di posisi teratas dibanding wilayah di sekitarnya.

Perbandingan Kualitas Lingkungan Bojonegoro dan Kabupaten Tetangga

Kabupaten202220232024
Bojonegoro68,2570,1070,34
Lamongan64,7064,2763,33
Tuban65,5368,8669,74
Ngawi65,9065,5463,85
Nganjuk67,3768,3869,07

Tabel tersebut menunjukkan bahwa Bojonegoro berada di posisi tertinggi pada 2024, melampaui Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Ngawi yang cenderung stagnan atau menurun, serta masih unggul tipis atas Kabupaten Tuban dan Kabupaten Nganjuk yang dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren membaik namun belum melampaui capaian Bojonegoro.

Penjelasan atas capaian tersebut tercantum dalam RPJMD Bojonegoro 2025–2029 (Perda Kabupaten Bojonegoro Nomor 11 Tahun 2025). Dokumen itu menyebutkan bahwa Indeks Kualitas Lahan di Bojonegoro memiliki tren kenaikan, meskipun belum signifikan. Peningkatan tersebut didorong oleh program Ruang Terbuka Hijau (RTH), reboisasi, dan penghijauan. Namun, RPJMD juga mencatat sejumlah hambatan, terutama masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap penebangan hutan lindung serta rehabilitasi lahan kritis yang belum optimal. Kondisi ini membuat kualitas lahan sudah masuk kategori baik, tetapi masih berada di batas bawah kategori tersebut, sehingga kenaikan kualitas lingkungan berjalan secara bertahap.

Jika dilihat secara kawasan, posisi Bojonegoro menjadi menarik karena unggul bukan karena lonjakan sesaat, melainkan akumulasi perbaikan yang konsisten. Sementara beberapa kabupaten tetangga masih bergulat dengan stagnasi atau kenaikan yang belum stabil, Bojonegoro mampu menjaga tren positif dan menempatkan diri sebagai rujukan kualitas lingkungan di kawasan barat Jawa Timur.

Ke depan, tantangan Bojonegoro bukan lagi sekadar mempertahankan posisi tertinggi di antara tetangga, tetapi mempercepat laju perbaikan agar jarak kualitas lingkungan semakin melebar. Penguatan kesadaran publik, penegakan regulasi perlindungan kawasan, serta percepatan rehabilitasi lahan kritis akan menentukan apakah keunggulan relatif ini dapat bertransformasi menjadi keunggulan yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

Penulis :Syafik

Sumber Data

  • Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur – Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten/Kota Jawa Timur 2022–2024

  • RPJMD Kabupaten Bojonegoro 2025–2029, Perda Kabupaten Bojonegoro Nomor 11 Tahun 2025