Koq Bisa Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro Tahun 2013 Tertinggi, Padahal APBD nya Kecil?

oleh
oleh
(Grafik Pertumbuhan Ekonomi non migas Kabupaten Bojonegoro 2011 - 2022. Sumber data :BPS Bojonegoro)

Damarinfo.com – Pertumbuhan ekonomi dihitung berdasarkan pada Pendapatan Regional Domestik Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (2010) tahun berjalan dikurangi dengan tahun sebelumnya dibagi dengan PDRB tahun sebelumnya.

Kita lihat PDRB non migas Kabupaten Bojonegoro tahun 2013 yakni sebesar Rp. 20.390,07miliar, dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada waktu itu adalah Rp. 2,14 triliun. Sementara PDRB Kabupaten Bojonegoro tahun 2012 adalah Rp. 18.971,03 miliar dengan APBD sebesar Rp.1,9 triliun. Maka didapatkan pertumbuhan ekonomi non migas nya adalah 7,48 persen.

Dalam PDRB menurut lapangan usaha terdapat 17 sektor atau lapangan usaha, dengan menghilangkan migas, maka terdapat 16 sektor yang harus ditelaah. Dari 16 sektor tersebut perlu dilihat kontribusi masing-masing sektor terhadap PDRB dan juga pertumbuhannya.

Jika dilihat distribusi PDRB sektoral  (non migas) pada tahun 2013 maka didapatkan bahwa perekonomian kabupaten Bojonegoro sangat tergantung pada sektor pertanian yakni sebesar 27 persen. Berikutnya adalah sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar  16,5 persen, selanjutnya sektor Konstruksi sebesar 13,6 persen.

Baca Juga :   Kondisi Perekonomian Blora Lebih Baik dari Bojonegoro. Koq Diberi Dana Hibah?

Di urutan ke empat adalah sektor Industri Pengolahan yang menyumbang 11,5 persen, selanjutnya sektor Informasi dan Komunikasi menyumbang 11 persen. Sementara sektor-sektor lain menyumbang di bawah 10 persen dari PDRB non migas, dan terendah adalah sektor Pengadaan Listrik dan Gas yang mempunyai sumbangan 0,1 persen.

(Tangkapan Layar Website BPS Bojonegoro. https://bojonegorokab.bps.go.id/indicator/52/82/4/laju-pertumbuhan-ekonomi-menurut-lapangan-usaha.html)

Pada tahun 2013 seluruh sektor di luar migas mengalami kenaikan jumlah PDRB nya atau pertumbuhannya positif. Pertumbuhan tertinggi adalah sektor jasa keuangan dan asuransi, dari Rp. 448,32 miliar pada tahun 2012, naik menjadi Rp. 516,84 miliar pada tahun 2013 atau tumbuh 15,28 persen. Berikutnya adalah sektor informasi dan komunikasi yang mampu tumbuh sebesar 12,65 persen dari tahun 2012 sebesar Rp. 1.999 miliar menjadi Rp. 2.251,87 miliar. Sektor yang tumbuh paling tinggi tahun 2013 adalah sektor transportasi dan pergudangan yakni di angka 11,17 persen. selanjutnya adalah sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh sebesar 10,88 persen dan yang kelima adalah sektor Konstruksi dengan pertumbuhan sebesar 10,30 persen.

Baca Juga :   Kontribusi Sektor Konstruksi di Urutan ke 4 terhadap Perekonomian Bojonegoro

Sementara sektor-sektor yang lain tumbuh diangka 9 persen dan terendah adalah sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yang tumbuh 2,13 persen.

Jadi penyebab tingginya pertumbuhan ekonomi non migas pada tahun 2013 disebabkan seluruh sektor pertumbuhannya naik. Meski APBD pada tahun 2013 masih kecil dibanding tahun-tahun setelah itu, ternyata mampu merangsang sektor-sektor perekonomian di luar migas untuk tumbuh. Pasalnya yang menjadi perhitungan PDRB salah satunya adalah belanja dari APBD.

Penulis: Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *