Kontribusi Sektor Konstruksi di Urutan ke 4 terhadap Perekonomian Bojonegoro

oleh
oleh
(sektor dengan kontribusi tertinggi pada PDRB Kabupaten Bojonegoro tahun 2021. Grafis : Syafik)

Bojonegoro,damarinfo.com – Kabupaten Bojonegoro dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021, menitik beratkan pada sektor konstruksi. Ini ditandai dengan besaranya anggaran yang dialokasikan, salah satunya adalah pembangunan jalan dan jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU Bina Marga dan PR) sebesar Rp. 1,192 Triliun. Dari nilai ini realisanya tembus hingga Rp. 1.101 Triliun atau 92 persen.

Pun pada Dinas  Perumahan, kawasan permukiman dan cipta karya, alokasi anggran untuk belanja bangunan dan gedung sebesar Rp. 131 miliar dengan realisasi Rp. 123 miliar atau 93,71 persen dan untuk belanja jalan, irigasi dan jembatan sebesar Rp. 137 miliar dengan realiasi Rp. 132 miliar atau 96,93 persen. jika ditotal terdapat belanja konstruksi sebesar Rp. 255 miliar. Belum lagi alokasi anggaran untuk  belanja bangunan dan gedung di dinas-dinas lain.

Baca Juga :   Lasuri : Penetapan Kesepakatan KUA PPAS Terlambat Tidak Masalah

Namun nilai sebesar ini ternyata hanya mampu menyokong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bojonegoro sebesar 6,86 persen atau pada urutan ke empat .

Sumbangan terbesar PDRB Atas Harga Berlaku masih dari Sektor Pertambangan dan Penggalian dengan sumbangan sebesar 50,14 persen, Selanjutnya lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 11,81 persen (turun dari 14,18 persen di tahun 2020), disusul oleh lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor sebesar 8,36 persen (turun dari 9,02 persen di tahun 2020). Berikutnya lapangan usaha Konstruksi sebesar 6,86 persen (turun dari 7,76 persen di tahun 2020) dan lapangan usaha Industri. Pengolahan sebesar 6,17 persen.

Baca Juga :   Surat Redaksi Proyek Jumbo di Bojonegoro, Masihkah Jadi Penonton?

Dalam lima tahun 2017 -2021 sektor konstruksi berkontribusi fluktuatif, kontribusi tertinggi terjadi pada tahun 2019 yakni sebesar 7,76 dan terendah terjadi pada tahun 2021 dengan kontribusi sebesar 6,86 persen.

Penulis : Syafik

Sumber : : PDRB Kabupaten Bojonegoro berdasarkan Lapangan usaha 2017 -2021/ BPS Bojonegoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *