Kondisi Perekonomian Blora Lebih Baik dari Bojonegoro. Koq Diberi Dana Hibah?

oleh
oleh
(Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Berfoto bersama Gubernur Jawa Tengah, Bupati Blora, Bojonegoro dan Grobokan dalam peresmian bandara ngloram. Jum'at 17-12-2021. Foto : Ais)

Bojonegoro, damarinfo.com – Kondisi perekonomian Kabupaten Blora lebih baik dari Kabupaten Bojonegoro, setidaknya diukur dari dua indikator yaitu, pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan. Namun Kabupaten Bojonegoro memberikan dana hibah ke Kabupaten Blora pada tahun 2022 sebesar Rp. 34,2 miliar

Pada tahun 2022, Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora adalah 2,6 persen sementara pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro -6,16 persen.

Dalam soal kemiskinan Kabupaten Blora lebih baik dari Kabupaten Bojonegoro, persentase kemiskinan Kabupaten Blora adalah 11,53 persen dengan jumlah penduduk miskin 99.830 jiwa, sementara persentase kemiskinan di Bojonegoro adalah 12,21 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 153.430 jiwa.

Garis kemiskinan Kabupaten Blora juga lebih rendah yakni Rp. 390.478, sementara di Bojonegoro garis kemiskinannya sudah diangka 403.403. Indek Kedalaman Kemiskinan Kabupaten Blora juga lebih rendah yakni 1,80 sementara Indeks Kedalaman Kemiskinan Kabupaten Bojonegoro 1,90. Untuk Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Bojonegoro lebih rendah yakni 0,4 sementara Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Blora adalah 1,42.

Baca Juga :   Waduh...Tahun 2022 Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro (tetap) Terendah Se Jawa Timur

Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Jadi Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan.

Garis Kemiskinan (GK) merupakan penjumlahan dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin.

Head Count Index (HCI-P0), adalah persentase penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan (GK).

Indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty Gap Index-P1), merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan.

Indeks Keparahan Kemiskinan (Proverty Severity Index-P2) memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin.

Penulis ; Syafik

Baca Juga :   Meski APBD Tinggi, IPM Bojonegoro Masih di Papan Bawah

Sumber data : Buku Data dan Informasi Kemiskinan Kabupaten/Kota tahun 2022, BPS RI, BPS Kabupaten Blora dan BPS Kabupaten Bojonegoro.

Response (1)

  1. Dana hibahnya untuk bangun jalan dan jembatan akses ke bandara ngloram mas….jadi biar tumbuh wilayah ekonomi baru….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *