Komisi C Minta Diknas Bojonegoro Evaluasi Belajar Online

oleh
oleh
(Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mohlasin Afan)

Bojonegoro – Sistem pembalajaran online atau daring di musim pademi Covid 19 tahun 2021 ini mendapat tanggapan serius dari Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seiring banyaknya keluhan dari para orang tua. Komisi C meminta Dinas Pendidikan agar melakukan evaluasi atas sistem pembelajaran tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro Mohlasin Afan mengatakan, pembelajaran anak sekolah dengan sistem daring itu membebani “orangtua”, karena beberapa penugasan dari sistem daring harus dilakukan oleh orang tua. Afan-panggilanya- mencotohkan untuk unggah tugas yang sudah dikerjakan harus dikerjakan orang tua. Sementara orang tua masih harus membayar biaya pendidikan tetap di padahal anak full berada di rumah.

Baca Juga :   Pandemi Covid-19, Belajar di Rumah Diperpanjang Lagi

“ini sebenarnya perlu evaluasi, haruskah perlu full daring atau masuk secara bergilir”  ujarnya.

Lanjut Afan di tahun 2021 pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan  daring penuh di rumah, untuk itu pihaknya berencana segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Alasan lain menurut Sekretaris DPC Parti Demokrat Bojonegoro ini adalah karena hampir semua orang tua sudah di mintai penandatanganan surat pernyataan bermeterei terkait pembelajaran tatap muka. Akan tetapi saat terjadi lonjakan kasus covid-19, langsung diumukan agar pembelajaran dilakukan secara daring padahal belum pernah dilakukan evaluasi.

“kita mesti harus mendengarkan keluhan dari orangtua dan semua stakehorder pendidikanlah termasuk guru-guru” tandasnya.

Baca Juga :   Pemuda di Blora Pingsan Usai Mengikuti Vaksinasi Covid-19

Pada intinya, masih menurut Afan bahwa pelaksanaan kegiatan pembelajara ditengah pandemi covid-19 tahun 2021 harus lebih baik dari tahun 2020. Afan mencotohkan terkait bahaya jika melakukan pembelajaran daring bahwa ketika siswa di rumah, mereka juga bermain dengan teman-temanya diluar sehingga juga berbahaya untuk siswa.

“Di sekolah bermain dengan teman-temannya, saat mereka belajar daring di rumahpun juga bermain dengan temanya. namun kita tidak bisa memberikan masukan lebih karena idealnya orangtua, guru dan stakeholder pendidikan yang merasakannya” pungkasnya.

Penulis :  Rozikin

Editor : Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *