Kepala Cabdin Bojonegoro-Tuban Minta Orang Tua yang Curang untuk Cabut Pendaftaran

oleh
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno .Foto/Syafik

Bojonegoro- Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno meminta agar orang tua yang merasa memalsukan Surat Keterangan Domisili (SKD) atau Kartu Keluarga (KK) pada pendaftaran siswa baru, untuk mengundurkan diri dari pendaftaran. Hal itu karena perbuatan curang.

“Sebaiknya mengundurkan diri saja,” katanya.

Sebelumnya Adi Prayitno menyampaikan, pihaknya sudah membentuk tim untuk membantu pihak sekolah melaksanakan verifikasi faktual. Yaitu membantu atas dugaan adanya pemalsuan surat yang dilakukan oleh wali murid yang mendaftarkan putra putrinya di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bojonegoro.

Karena, lanjut Adi Prayitno, jika terbukti ditemukan adanya pemalsuan dokumen, maka sesuai dengan petunjuk teknis dilakukan tindakan yakni diskualifikasi. Pihaknya menjanjikan tim akan bekerja maksimal dan hari Rabu (1 Juli 2020) semua permasalahan sudah jelas dan masyarakat Bojonegoro bisa tenang.

Baca Juga :   Tim Gabungan Polsek dan Koramil Sekaran Gelar Operasi Masker

“Kita akan diskualifikasi,” tegasnya.

Namun, menurut Adi Prayitno karena ranahnya dunia pendidikan, pihaknya akan mengumpulkan calon siswa dan orang tua. Mereka akan diberikan pembinaan dan mencarikan solusi agar para siswa tetap dapat sekolah.

Adi Prayitno berpesan kepada masyarakat, khususnya calon siswa, bahwa inti dari pendidikan adalah belajar. Belajar itu dimana saja itu sama, yang terpenting adalah kesungguhan dalam menimba ilmu baik negeri atau swasta. Jadi bukan karena di sekolah tertentu akan menjadi sukses belum tentu.

Baca Juga :   Pihak DPRD Minta Polisi Awasi PPDB SMA/SMK di Bojonegoro

“Yang terpenting adalah kesungguhan,” katanya.

Perkara dugaan pemalsuan dokumen ini muncul setelah beberapa wali murid menyampaikan adanya kejanggalan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 melalui jalur zonasi di SMAN 1 Bojonegoro. Kejanggalan yang dimaksud adalah adanya dugaan pemalsuan dokumen Surat Keterangan Domisili (SKD).

Juga adanya pengumuman dilaman web ppdbjatim.net yang menunjukan adanya domisili calon siswa yang diterima berjarak 46 meter. Padahal jika menilik lokasi SMAN 1 pada radius 200 meter dari SMAN 1 adalah perkantoran dan pertokoan dan tidak ada perukiman penduduk.

Penulis : Syafik

Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *