Jumlah Spesimen Rapid Test di Blora Capai 2.260 Orang

oleh
Rapid test di Pasar Wulung, Kecamatan Randublatung, Blora. Hingga Jumat 29-5-2020 jumlah spesimen rapid test dan swab test di Blora mencapai 2.260.Foto/Ais

Blora-Rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Blora telah mencapai sebanyak 2.260 spesimen. Jumlah itu dipastikan masih akan bertambah seiring akan dilakukannya rapid test beberapa tempat di hari mendatang. Dari hasil rapid test tersebut, sebagian besar nonreaktif virus corona (covid-19).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Blora Lilik Hernanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (P3PLP) Edy Sucipto mengemukakan, rapid test kali pertama dilakukan di Blora sejak munculnya kasus covid-19. Selanjutnya, rapid test dilaksakan massal di sejumlah tempat sebelum dan sesudah Hari Raya Idulfitri.

Di antaranya di swalayan, pasar tradisional serta di beberapa kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Blora. Jumlah total orang yang diperiksa sebanyak 2.260 orang. ‘’Secara kumulatif jumlah spesimennya mencapai 2.260 spesimen,’’ ujar Edy Sucipto dalam konferensi pers di posko gugus tugas percepatan penangangan (GTPP) covid-19 Kabupaten Blora di kantor Pemkab Blora, Jumat 29-Mei-2020.

Data yang dihimpun, jumlah orang yang dinyatakan reaktif corona dari hasil rapid test sebanyak 90 orang. Yakni dengan perincian, reaktif dari orang tanpa gejala (OTG) 76 orang, reaktif orang dalam pemantauan (ODP) 10 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) empat orang. Adapun jumlah kasus positif corona di Blora hingga kini sebanyak 24 orang, yakni 19 orang masih dirawat, sembuh dua orang dan meninggal dunia sebanyak tiga orang.

Baca Juga :   Ruang IGD RSUD Blora Tampung Pasien Reaktif Covid-19

Edy Sucipto mengatakan, rapid test bukan metode penentu seseorang dinyatakan terpapar virus corona. Tetapi untuk menentukan seseorang mengidap virus corona adalah dengan melakukan swab test. Pihaknya pun meminta bila ada warga yang hasil pemeriksaan rapid test dinyatakan reaktif supaya jangan dikucilkan. Juga masyarakat harus memberi semangat dan motivasi kepada mereka. Sehingga kekebalan atau imunitas tubuhnya meningkat. Pihaknya menyebut terkait new normal.

Baca Juga :   Ini Sanksi bagi Pelanggar Masker di Bojonegoro

Menurut Edy Sucipto, ada 10 poin. Namun yang berkaitan dengan kesehatan ada dua poin. Yakni terapkan new normal tahapan baru setelah kebijakan stay at home. Warga yang bekerja di luar diperbolehkan dengan catatan tetap harus memproteksi diri dengan disiplin melakukan protokoler kesehatan. Kedua, bahwa new normal ini diberlakukan dengan kesadaran bahwa wabah masih ada. ‘’Sehingga semuanya harus membekali diri, memproteksi diri agar tidak bisa tertular, baik dari orang yang sehat maupun orang yang sakit,’’ tandasnya.
Penulis : Ais
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *