Pembangunan Pemuda Jawa Timur 2024: Bojonegoro di Peringkat 24

oleh 2 Dilihat
oleh
(Ilustrasi by chatgpt)

Bojonegoro, damarinfo.com — Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2024 di Jawa Timur kembali memotret kesenjangan kualitas pemuda antarwilayah. Kota-kota besar masih mendominasi papan atas, sementara sebagian besar kabupaten berada di lapisan menengah dengan jarak yang cukup tegas.

Pada 2024, Kota Malang (77,41) dan Kota Surabaya (77,40) menempati posisi teratas IPP Jawa Timur. Di bawahnya menyusul Kota Mojokerto (75,90) dan Kota Madiun (75,42). Pola ini menegaskan keunggulan kawasan perkotaan dalam mendorong kualitas pendidikan, kesehatan, dan pasar kerja pemuda.

Di tengah peta tersebut, Bojonegoro mencatat IPP 65,64 dan berada di peringkat ke-24 dari 38 kabupaten/kota. Posisi ini menempatkan Bojonegoro di papan tengah Jawa Timur—belum cukup untuk menyamai capaian sejumlah kabupaten di sekitarnya.

Jika dilihat per domain, kualitas dasar pemuda Bojonegoro relatif terjaga. Pendidikan dan pelatihan mencatat skor 70,69, sementara kesehatan pemuda berada di 69,55. Partisipasi dan kepemimpinan juga cukup stabil di 67,05. Namun, ketenagakerjaan layak menjadi titik lemah utama dengan skor 56,55, terendah dibandingkan domain lain.

Dibanding Kabupaten Tetangga

Perbandingan dengan wilayah sekitar memperjelas posisi Bojonegoro. Ngawi unggul konsisten, Tuban kuat pada inklusivitas, Lamongan menonjol di partisipasi, sementara Nganjuk berada tipis di atas Bojonegoro berkat ketenagakerjaan yang lebih baik.

Perbandingan ringkas IPP 2024 (kabupaten tetangga):

DaerahD1 PendidikanD2 KesehatanD3 Kerja LayakD4 PartisipasiD5 InklusivitasIPP
Ngawi74,9269,7371,9671,8568,4071,44
Tuban73,2065,5362,0862,9286,0169,82
Lamongan75,1272,2357,1977,2465,2969,51
Nganjuk70,4167,3568,5065,4468,0967,98
Bojonegoro70,6969,5556,5567,0564,0365,64

Dari tabel tersebut terlihat jelas, selisih IPP Bojonegoro dengan kabupaten tetangga terutama berasal dari domain ketenagakerjaan layak. Pendidikan dan kesehatan relatif setara, tetapi kemampuan menciptakan kerja penuh dan berkualitas masih tertinggal.

Catatan: IPP 2024 dihitung menggunakan sistem pengukuran terbaru Kemenpora dengan lima domain dan 16 indikator, sehingga lebih sensitif membaca kualitas pembangunan pemuda.

Peluang Melompat Masih Terbuka

Capaian IPP 2024 menunjukkan Bojonegoro memiliki fondasi yang cukup kuat untuk melakukan lompatan. Modal pendidikan, kesehatan, dan partisipasi sudah tersedia. Tantangan berikutnya terletak pada arah kebijakan ekonomi daerah—apakah mampu mempercepat penciptaan kerja layak dan wirausaha pemuda, atau justru membiarkan ketertinggalan melebar.

Dengan fokus yang lebih tajam pada penurunan NEET, perluasan kerja penuh, dan penguatan usaha pemuda berbasis potensi lokal, ketertinggalan Bojonegoro dari kabupaten tetangga bukan sesuatu yang mustahil dikejar. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah bisa, melainkan seberapa cepat mau bergerak.

Penulis : Syafik

Sumber data : https://satudata.kemenpora.go.id/