Invasi Filosofi Sepakbola Belanda ke Klasemen atas EPL

oleh
oleh
(Salah satu laga di English Premiere League/DPL. Foto : premierleague.com)

Damarinfo.com- olahraga-Kick n’ Rush mengandalkan bola – bola panjang dan langsung melakukan pressing dengan intensitas tinggi memang telah lama menjadi filosofi bermain sepakbola di tanah Britania Raya. Dimulai sejak era 1950 – an dan sebut saja Liverpool F.C. 80’s dan Aston Villa 90’s yang menggunakannya, sukses ‘menjewer’ piala si kuping besar sebutan untuk piala Liga Champions. Seiring berkembangnya sepakbola yang juga berpengaruh, taktik ini pun mulai sirna semenjak diorbitkannya offside –trap.

Masuk ke beberapa tahun terakhir EPL dinilai bukan lagi ‘rumah’ bagi orang – orang Inggris. Mulai dari Top – Scorers, Top – Assister, penyabet pemain terbaik EPL, pemain kunci dari setiap club, pelatih, hingga filosofi bermainnya tidak lagi didominasi oleh The Three Lions. Namun dibalik semua itu karena keterbukaan Inggris itu sendiri terhadap perkembangan sepakbola, Liga Inggris sekarang menjadi pusat perhatian sepakbola.

“Sepakbola indah” yang banyak diperbincangkan media saat ini adalah sepakbola dengan gaya menyerang dengan umpan – umpan pendek ciamik, sirkulasi bola cepat, garis pertahanan tinggi ala banyak pelatih – pelatih top eropa. Sebut saja Barcelona 2008 yang sebenarnya bukan pertama kali strategi ini muncul tapi klub asuhan Guardiola tersebut mampu memenangi 6 piala dari 6 kompetisi yang diikutinya. Seiring berjalannya waktu gaya permainan ini walau mengalami pasang surut dikarenakan perlawanan dari “Sepak bola oportunis” kembangan dari Jose Mourinho, Antonio Conte, Diego Simoene Dll.

Taktik yang pertama kalinya di “idekan” Johan Cruyff dan disetujui oleh pelatihnya pada saat itu Rinus Mischel ini, 4 Tahun kebelakang telah menguasai Liga Inggris dengan rincian 3 piala EPL yang diraih oleh Pep Guardiola yang kini melatih Manchester City dan yang notabennya adalah murid langsung dari Johan Cruyff dan Jurgen Klopp bersama Liverpool dengan 1 piala EPL yang juga mengadaptasi karya Johan C. Tersebut,belum lagi hanya ada 2 tim tersisa dan mampu mengangkat piala Liga Inggris musim ini antara M.City ataukah Liverpool, Impresif!.

Baca Juga :   Final Liga Champion Madrid Vs Liverpool, “Balas Dendam Patah Tangan Salah”

Sudah terhitung 2 “para asa” Cruyff yang berhasil menguasai Liga Inggris masih ada banyak lagi, dua mantan anak buah Guardiola yaitu Mikel arteta yang sekarang menukangi Arsenal dan Erik Ten Hag yang akan menjalani debutnya sebagai Pelatih M.U. musim depan.Tak cukup sampai disitu Tuchel pelatih Chelsea sekarang juga “mengulik” gaya permainan ini meskipun tak juara Liga Inggris namun dia berhasil memenangkan piala UCL bersama Chelsea tahun 2020 lalu.

Baca Juga :   Haaland Bagai Kristal Terakhir Sarung Tangan Thanos untuk Manchester City

Dari Big Six EPL hanya ada satu club tersisa yang dikomandani oleh pelatih opportunis dengan gaya main bertahan ala Italia yaitu Tottenham Hotspur dengan Antonio Conte.

Dari sini sudah terlihat jelas bagaimana musim 2022/2023 EPL akan berjalan , dengan para asa Cruyyf yang akan bertarung untuk memenangkan Piala berwarna silver tersebut. Walau sang legenda dengan nomor 14 nya kini telah tiada, namun kenyataannya idenya terus hidup dan menghidupi di kancah gelaran Liga Inggris bahkan dunia dan berjalan sampai sekarang.

Penulis : Raafid Widiatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *