Inilah Para Sahabat Rasulullah yang Merapikan Al Quran

oleh
oleh
(Ilustrasi)

Damarinfo.com – Sekretaris Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) penulis wahyu berupa Al-Qur’an ada sebanyak 42 sahabat. Mereka di antaranya adalah Abu Bakar Assidiq, Umar Bin Khotob, Usman Bin Affan, Ali Bin Abi Tholib, Amir Bin Fuhairoh, Ubai Bin Ka’ab, Tsabit Bin Qois Bin Syamsi.

Nabi Muhammad SAW adalah Ummi yaitu tidak bisa membaca dan menulis. Maka sewaktu mendapatkan wahyu ayat Al-Qur’an setelah difahami maksudnya, kemudian di sampaikan di hadapan umatnya khususnya kepada para sahabat. Lalu beliau memerintahkan agar ayat Al-Qur’an tersebut di tulis di hadapannya.

Ayat Al-Qur’an diturunkan di Makkah dan Madinah. Selama di Makkah ada sebanyak 83 surat yang turun dan dinamakan surat Makkiyah yaitu ada 19 juz. Sementara di Madinah sebanyak 31 surat dinamakan surat Madaniyah ada sebanyak 11 juz.

Setiap surat Al-Qur’an memiliki nama-nama sendiri. Ada yang namanya sesuai permulaan ayat. Seperti halnya surat Al-Anfal, Al-Isro’, Thoha, Al-Mukminun, Ar-Rum, dan ada juga surat yang tidak sesuai permulaan ayat.

Baca Juga :   Tak Perlu Khawatir 10 Hal ini Tidak Batalkan Puasa. Nomor 6 sering dilakukan .

Al-Qur’an ada sebanyak 30 juz, suratnya ada sebanyak 114, ayatnya ada sebanyak 6.666, kalimatnya ada sebanyak 770.450 dan hurufnya ada sebanyak 1.025.000.

Al-Qur’an isinya diringkas ada sebanyak sembilan bagian. Yaitu bab halal, haram, muhakkam, mutasabih, basyir, nadzir, qisshoh, ‘iddhoh dan matsal.

Selain itu, setiap ayat yang di terima oleh Nabi Muhammad SAW tidak tertib seperti Al-Qur’an yang ada sekarang. Maka, setiap Nabi menerima ayat memerintahkan untuk disambungkan dengan ayat yang lain. Jadi ayat Al-Qur’an yang ada saat ini sudah diurutkan dan di atur langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga :   Puasa Sudah Dijalankan Umat Nabi-nabi Terdahulu

Setelah beliau meninggal, Khalifah Abu Bakar memerintahkan untuk dikumpulkan kemudian beliau simpan hingga meninggal. Setelah itu di simpan oleh Khalifah Umar Bin Khatab, kemudian disimpat Siti Hafshoh isteri Nabi SAW, dan zaman Khalifah Usman Bin Affan Alqur’an dibukukan kemudian disiarkan ke negara-negara Islam seperti Kufah, Basroh dan lainnya. Sementara tulisan asli disimpan oleh Khalifah Usman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *