Ikrimah Sahabat Nabi Putra Musuh Besar Nabi Muhammad

oleh -
oleh
(ilustrasi. Oleh: Syafik)

Damarinfo.com – Di antara petinggi kaum qurays yang memusuhi Nabi Muhammad adalah Abu Jahal, yang bernama asli al-Hakam ibn Hisyam. Abu jahal ini tiada henti melakukan upaya untuk menghentikan da’wah  yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW, bahkan perintah membunuh Nabi Muhammad datang dari dirinya.

Namun siapa sangka putranya menjadi sahabat nabi Muhammad SAW, yakni putranya yang bernama Ikrimah atau yang biasa dipanggil dengan abu ustman

Perjalanan masuk islamnya Ikrimah berawal dari peristiwa Futuhul Makkah saat umat islam memasuki Kota Makah setelah pasukan kafir qurays menyerah kalah. Ikrimah sebagai petinggi qurays berencana melarikan diri dengan berlayar.

Diriwayatkan bahwa istri Ikrimah, Ummu Hakim binti Harits ibn Hisyam yang telah masuk Islam berusaha mencari suaminya. la pergi menemui Rasulullah dan meminta jaminan keselamatan untuk suaminya itu. Akhirnya, Rasulullah mengabulkan permintaan Ummu Hakim dan memintanya untuk membujuk Ikrimah agar kembali ke Makkah.

Kemudian Ummu Hakim mencarinya dan berhasil menemukannya sebelum ia naik kapal. Ummu Hakim sangat bergembira melihat suaminya. Seandainya ia telah naik kapal dan menyeberangi lautan, tentu ia akan kehilangan suaminya dan akan sulit mencarinya. Ia memuji Allah karena masih memberinya kesempatan untuk bertemu dengan suaminya.

Baca Juga :   Tips Memilih Menu Berbuka Puasa yang Sehat

la langsung menyampaikan kabar gembira dari Rasulullah kepadanya, “Aku datang kepadamu menyampaikan kabar dari manusia yang paling santun, paling penyayang, paling setia, paling jujur, dan paling baik. Aku telah meminta jaminan keselamtan untukmu dan Rasulullah memenuhi permintaanku.”

Pada awalnya Ikrimah tidak memercayainya. la masih menaruh curiga. Ummu Hakim berusaha meyakinkannya hingga akhirnya Ikrimah memenuhi keinginan istrinya itu untuk pulang ke Makkah. Ia memutuskan untuk pulang ke Makkah bersama istrinya dan menemui Rasulullah untuk mengucapkan sumpah setia.

Di sisi Iain, Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabat sebelum Ikrimah memasuki Makkah, “Ikrimah ibn Abu Jahal datang kepada kalian dalam keadaan beriman dan berhijrah. Maka, janganlah kalian mencela ayahnya karena sesungguhnya mencela orang yang telah meninggal itu akan menyakiti orang hidup walaupun tidak sampai menyakiti orang yang telah meninggal.

Setelah menyatakan masuk Islam dan Ikrimah berhijrah ke Madinah mengikuti Rasulullah, beberapa sahabat masih tak dapat melupakan kejahatan yang dilakukan oleh Abu Jahal. Mereka tak dapat melupakan keburukan dan kekejian yang ia timpakan kepada Rasulullah dan kaum muslimin. Karena itu, setiap kali melihat Ikrimah berjalan-jalan di Madinah, mereka berkata, “Itu dia anak musuh Allah Abu Jahal.”

Berkali-kali mendapat perlakuan seperti itu, Ikrimah tidak tahan dan mengadukannya kepada Rasulullah. Nabi saw. Juga menerima pengaduannya dan ia menyayangkan para sahabat yang telah menyakiti had Ikrimah. Rasulullah menenangkan dan menghiburnya serta berjanji akan berbicara kepada orang- orang agar mereka tidakmenyakitinya dengan ucapan maupun tindakan.

Baca Juga :   Inspirasi Menu Berbuka dan Sahur 10 Hari Pertama Bulan Ramadhan

Tidak lama kemudian, dalam sebuah kesempatan khutbah, Nabi saw. berdiri di hadapan manusia dan berkata, “Sesungguhnya manusia merupakan harta benda yang terpendam. Mereka  yang baik di masa Jahiliah pasti baik juga di masa Islam jika mereka memahami. Janganlah kalian menyakiti seorang muslim hanya lantaran orang tuanya kafir.”

Setelah khutbah Rasulullah itu, kaum Muslimin mengakhiri celaan mereka kepada Ikrimah. Kelak, Ikrimah tumbuh menjadi seorang muslim yang taat dan kukuh dalam keislamannya. la memiliki peranan penting dalam beberapa peristiwa penaklukan hingga akhirnya terbunuh sebagai syahid.

Penulis : Syafik

Sumber : “Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi” Karya M. Raji Hasan Kinas, Penerbit Zaman Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *