Hingga Ujung Tahun 2022, Realisasi Belanja APBD Bojonegoro baru 48,95 Persen

oleh
oleh
(Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto)

Bojonegoro,damarinfo.com – Hingga Awal November 2022, realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro baru 48,95 persen atau Rp. 2,9 trilun dari rencana Belanja di APBD Induk Rp. 5.9 triliun.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro Sukur Priyanto meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk mempercepat realisasi belanja agar dapat menggerakkan perekonomian di masyarakat.

“waktu efektif penyerapan anggaran tinggal 1 bulan 20 hari, jadi saya minta mempercepat belanja” Kata Pria yang juga ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bojonegoro ini.

Tentang potensi tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) APBD tahun 2022, menurut Sukur SiLPA bukan masalah sepanjang hasil dari efisiensi anggaran dan pelampauan pendapatan.

Baca Juga :   Duit Bojonegoro dari Deposito Ratusan Miliar, di Bank Mana Disimpan?

“namun jangan sampai SiLPA karena tidak terealisasinya program, kalau ini terjadi berarti harus menjadi warning bagi Pemkab Bojonegoro” Tegas Sukur

Data Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada laman djpk.kemenkeu.go.id menyebutkan bahwa untuk realisasi pendapatan APBD Bojonegoro tahun anggaran 2022 per November 2022 sudah mencapai 98,34 persen, dari rencana pendapatan sebesar Rp. 4,41 triliun telah terealisasi Rp. 4,07 triliun.

Baca Juga :   Biaya  Operasional Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Tak Sesuai dengan PP Nomor 109

Sementara dari sisi belanja, dari rencana Rp. 5,9 triliun baru terealisasi Rp. 2,9 triliun, jadi masih ada dana Rp. 3 triliun yang belum dibelanjakan. Dari total realisasi tersebut, belanja bantuan keuangan menjadi belanja dengan serapan tertinggi yakni  72,4 persen, berikutnya belanja pegawai dengan serapan 68,6 persen, belanja yang menempati urutan ke tiga adalah belanja barang dan jasa yakni sebesar 56,5 persen. Sementara untuk belanja modal yang salah satunya belanja jalan, irigasi dan jembatan baru terserap 25,4 persen.

Penulis : Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *