Harga Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya

oleh
bawang putih, salah satu bumbu dapir yang kini harganya terus naik.Foto/Sujatmiko

Harga bawang putih di Bojonegoro dan sekitarnya naik menjadi rata-rata di pasaran Rp 55 ribu perkilogramnya dari sebelumnya Rp 30 ribu perkilogram. Stok salah satu bumbu dapur ini berkurang di pasaran karena sebagian datang dari impor, di antaranya dari China.

Di Kabupaten Tuban, harga bawang putih di pasaran, seperti Pasar Bangilan, Pasar Baru, Pasar Jatirogo di kisaran Rp 55 ribu perkilogramnya. Sedangkan di Bojonegoro, seperti di Pasar Besar, Pasar Banjarejo, Pasar Kalitidu harganya di kisaran Rp 55 ribu perkilogramnya, terhitung terjadi kenaikan pada pekan ke empat bulan Januari. Sedangkan hari-hari sebelumnya harganya sekitar Rp 30 ribu perkilogramnya.

Menurut Murino,54 tahun, pedagangan kelontong di Pasar Besar Bojonegoro, mengatakan, harga bawang putih naik satu pekan terakhir ini. “Ya, naiknya,” ujarnya, pada Senin 10-2-2020. Namun, dirinya tidak menjelaskan penyebab kenaikan salah satu bumbu dapur ini. Hanya disebutkan, barangnya (bawang putih) berkurang.”Stoknya berkurang,” imbuhnya singkat.

Wakil Kepala Bulog Sub Divisi Regional III Bojonegoro Aan Sugiarto menyatakan, pihaknya hingga kini belum ada perintah untuk menggelar operasi pasar atas naiknya bawang putih.”Belum ada perintah dari atas,” ujarnya singkat, pada Minggu 9-2-2020.

Baca Juga :   Suara dari Dapur: Harga Cabe Rp 80 Ribu per Kilogram!

Soal operasi pasar terkait bawang merah juga belum ada kabar daerah. Misalnya Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tuban, Agus Wijaya  yang ditanya soal operasi pasar terkait bawang juga tidak ada jawaban.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Drajat Irawan mengakui sejak Januari 2020 mulai ada pergerakan kenaikan harga bawang putih, dan baru melejit mulai 4 Februari 2020. Dalam SiskaperbapoJatim, seminggu yang lalu atau 30 Januari 2020 harga bawang putih di Jatim rerata masih Rp 29408/kg. “Akhir tahun lalu harga dasar bawang putih itu masih stabil, tapi mulai awal 2020 ini memang mulai da pergerakan, dan baru terasa sekali pada Februari,” ujarnya seusai mengikuti rapat dengan Gubernur Jatim, Kamis, 6 Februari 2020 dikutip (tempo.co Kamis -2-2020).

Baca Juga :   Terkait Pasien Jemput Paksa Pasien Covid–19; Ini Penjelasan Kapolres Blora

Drajat Irawan menambahkan, selama ini impor bawang putih memang banyak didatangkan dari China, selainnya berasal dari beberapa negara lain seperti Taiwan, Malaysia dan India.

Penulis  : Sujatmiko/tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *