Harga Anjlok, Kadin Bojonegoro Tertarik Olah Porang

oleh
oleh
(Ketua Kadin Bojonegoro Gatot Rian Eko Prabowo saat mengunjungi Petani Porang di Desa Klino Kecamatan Sekar. Foto :Gete)

Bojonegoro, damarinfo.com- Harga komoditas umbi Porang yang pada waktu panen raya musim tahun lalu jatuh akhirnya membuat petani kelimpungan. Di Desa Klino Kecamatan Sekar umbi porang basah sampai menyentuh harga 5000 per kilogram yg sebelumnya bisa mencapai 15.000 per kilogramnya.

Salah satu petani Dusun Tugurejo Desa Sekar, Sumari, 45 tahun, putar otak ingin membuat terobosan agar ada nilai tambah supaya umbi segar porang tidak terlalu jatuh harganya.

” Ya harus diolah mas,” terangnya ketika menjawab pertanyaan beberapa orang yang bertanya waktu itu termasuk media ini.

Berbekal pengalaman yang dia perolah dalam mengolah porang, Sumari akhirnya memberanikan diri mengundang Camat Sekar Heru Wicaksi dan Kadin Kabupaten Bojonegoro Gator Rian Eko Prabowo untuk diajak sharing soal pengolahan umbi segar porang.

” Ini potensi daerah dan kami bagian dari pemerintah ya harus ikut urun rembuk dan ikut mencari solusi,” kata Camat Sekar Heru Wicaksi

Baca Juga :   Kadin Bojonegoro Dorong Santri Jadi Pengusaha

Kadin Bojonegoro Gatot E Prabowo sebagai wadah pengusaha wajib membantu sepenuhnya atas selisih harga yang sangat tajam.

” Kita sepakat bahwa solusinya adalah membuat industri olahan dari umbi segar porang,agar nilai tambahnya ada sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat,” katanya saat tatap muka dengan beberapa petani porang di Desa Klino.

Namun, merealisasikan mesin olahan porang juga tidak mudah dan murah. Perlu analisa yg detail agar nanti tidak rugi dalam investasi. Langkah yg akan dilakukan Kadin dalam waktu dekat adalah melakukan kajian keekonomian sekaligus melaporkan hasilnya kepada Bupati Anna Muawanah.

Pada lain kesempatan Bupati berpesan,supaya umbi segar porang sedapat mungkin tidak keluar dalam bentuk gelondongan.Jika mungkin diolah dan bisa membuka lapangan pekerjaan itu akan jauh lebih baik serta bisa menambah perputaran ekonomi di daerah tersebut.

Baca Juga :   Geliat Produksi Madu Bojonegoro

” Sesuai arahan Ibu Bupati, supaya pemberdayaan petani dan ekonomi masyarakat setempat terangkat ” tambah Gatot menirukan pesan Bupati Anna Muawanah.

Saat ini di Desa Klino ada 150 hektar yg ditanami porang. Sebagian besar itu berada di lahan milik Perhutani dengan sistem tanam tumpang sari.Itu belum termasuk di Desa Krondonan dan Sambongrejo yg keduanya masuk wilayah Kecamatan Gondang. Dari data sementara ada 400 hektare tanaman porang.
Olahan umbi porang bisa diproses menjadi beras,mie,pentol bakso,gel dan lain lain. Selain itu dari hasil pemisahan ekstraknya bisa untuk bahan lem dan cat.

Begitu banyaknya produk yg bisa dihasilkan membuat banyak orang berlomba menjadi petani porang namun dibalik itu daya tampung pabrik yg masih terbatas membuat harga umbi segar porang mudah dipermainkan pasar.

Penulis : Syafik

Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *