Gubernur Khofifah Jadi Warga Kehormatan Sedulur Sikep

oleh
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, saat dikukuhkan sebagai warga Kehormatan Seulur Sikep oleh tokoh Samin, Hardjo Kardi di Dusun Jepang Desa/Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, Minggu 2-2-2020.Foto/Dok. Humas Bojonegoro

Bojonegoro-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjadi keluarga kehormatan Sedulur Sikep (sebutan masyarakat Samin) di Dusun Jepang, Desa/Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, Minggu 23-2-2020. Pengukuhan dilakukan oleh Mbah Hardjo Kardi,84 tahun, penerus generasi ke empat ajaran Samin yang didirkan Samin Surosentiko alias Raden Kohar.

Pengukuhan dilakukan di di depan patun Surosentiko, berikut mendapatkan udeng dan kain yang dikenakan orang nomor satu di Provinsi Jawa Timur ini. Hadir mendampingi Gubernur Khofifah, yaitu Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dan Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto. Usai dikukuhkan sebagai keluarga besar Sedulur Sikep, Gubernur Khofifah menyatakan rasa terima kasihnya. “Saya terima kasih dikukuhkan sebagai keluarga Sedulur Sikep,” ujarnya di Desa/Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, Minggu 24-2-2020.

Baca Juga :   Sebanyak 264 Pemuda Blora Ingin Jadi Bintara Polisi

Menurut Gubernur Khofifah, masyarakat Samin bagian dari warisan budaya tak benda yang perlu dilestarikan. Dan ini dibuktikan dengan begitu kuatnya kearifan lokal yang mengakar di masyarakat. Selain itu, pemerintah juga setempat tentu punya andil besar untuk terus ikut melestarikan. “Terima kasih sekali atas penghargaan sebagai keluarga sedulur Sikep samin,” tandas mantan Menteri Sosial ini.

Bambang, salah satu dari anak Hardjo Kardi, sesepuh Samin di Dusun Jepang, Margomulyo mengatakan, acara ini diselenggarakan atas inisiatif Bakorwil Bojonegoro dan Pemprov Jatim. Intinya Gubernur Khofifah ingin melihat secara utuh dan nyata keberadaan masyarakat Samin di Dusun Jepang. Desa Margomulyo. “Beliau terkesan itu,” ujarnya pada damarinfo.com

Baca Juga :   Polres Bojonegoro Bagikan 1000 Paket Sembako ke Warga Prasejahtera

Bambang melanjutkan, intinya bahwa Gubernur Jawa Timur, terkesan dengan ajaran Samin, yang mengajarkan soal tatakrama dan mempertahankan nilai-nilai. Misalnya dala pidatonya disebutkan, ojo waton ngomong nanging ngomong sing waton (jangan asal bicara, tetapi berfikirlah sebelum bicara). “Apalagi sekarang ini, banyak berita hoax alias bohong yang bisa memecah belah kekeluargaan,” imbuhnya.
Penulis : Sujatmiko/tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *