Ender-ender Mak Nah, Jajanan Lawas yang Lagi Laris

oleh

Bojonegoro-Nama jajanan Ender-ender (bunyi e, seperti bunyi kata bunder) mengingatkan masa kecil. Tentu saja ini agak asing bagi generasi milenial karena tidak pernah mendengarnya.

Namun untuk generasi yang hidup di era tahun 1980 an kebelakang, tentu saja jajanan ini sudah tidak asing lagi. Khususnya generasi yang hidup di daerah Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro dan sekitaranya.

Jajanan lawas yang rasa originalnya gurih ini dinamakan ender-ender. Diambilkan dari proses membuatnya. Pembuatan jajanan ini dilakukan di atas nanangan (wajan terbuat dari tanah). Dalam prosesnya, adonan ditebar di atas nanangan sampai berbentuk bulat (bunder dalam bahasa Jawa), karena logat jawa maka jadilah bunder-bunder (Bulatan-bulatan) itu menjadi berbunyi ender-ender.

Bahan adonan ender-ender terdiri dari Tepung pohong, kelapa serut, garam dan air. Seluruh bahan tersebut dicampur dan diaduk hingga merata. Setelah itu dicetak diatas nanangan sampai berbentuk bulat dan ditaburi topping di atasnya sesuai selera. Jika pada zaman dahulu hanya ada satu varian rasa saja ditoppingnya, saat ini sudah banyak variannya. Ada manis, asin, tawar, coklat, tiramizu, taro dan masih banyak lagi sesuai selera pembelinya.

Baca Juga :   Omah Roti Thya, Lezatnya Kue Ya di Sini!

Jajanan ini sudah lebih dari 30 an tahun tidak beredar lagi di pasaran. Namun saat ini jajanan yang berbahan utama tepung pohong ini beredar lagi di pasaran. Hal ini terlihat dari postingan masyarakat soal jajanan ini di media sosial baik facebook maupun instagram.

(Jajanan Lawas Ender -ender)

Dan satu-satunya orang yang membuat lagi jajanan lawas ini adalah Paenah atau dikenal Mak Nah warga Desa Sidokumpul, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.

Munculnya ide membuat lagi jajanan ini saat acara keluarga awal Desember 2019 lalu. Ketika itu hujan rintik-rintik, salah satu anggota keluarga Mak Nah nyeletuk “Ngene iki karo mangan ender-ender, mesti manteb (gini ini sambil makan ender-ender mesti mantab)”
“Dari situlah mulai diproduksi ender-ender dan saya pasarkan melalui media sosial,” kata Syahri, menantu dari Mak Nah.

Baca Juga :   Masakan Mbeledos Ala Omah Cabe

Slank-sapaan Syahri- menjelaskan saat ini pemasaran dari ender-ender dengan merk ender-ender Mak Nah ini baru melalui media sosial. Respon masyarakat khususnya generasi lawas cukup bagus. Ini dibuktikan dengan banyaknya pesanana yang diterima.

(Poster Ender Ender Mak Nah)

Sehari Mak Nah yang dibantu oleh anak-anaknya harus memproduksi 200 lembar ender-ender. Bahkan beberapa warga dari Bekasi, Gresik, Tuban, yang pulang kampung ke Bojonegoro, memesan ender-ender sebagai oleh-oleh saat kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.

Lanjut Slank, saat ini sudah ada warung di rumah mertuanya itu, yang menyajikan ender-ender, tak lupa kopi irengbleznya. Cukup dengan Rp. 10 ribu, sudah mendapatkan dua iris ender-ender dengan kopi.
Dengan melihat antusias masyarakat terhadap jajanan lawas ini, dirinya berencana membuat outlet di beberapa lokasi dengan sistem franchise (waralaba).

Penulis : Syafik

Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *