Dua Direktur BUMD Bojonegoro Mengapa Belum Diisi?

oleh
Kantor PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro di Jalan Diponegoro Bojonegoro.Foto/Rozikin

Bojonegoro- Jabatan Direktur PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) dan PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) hingga kini masih kosong. Kekosongan ini tentu saja memunculkan pertanyaan di posisi pimpinan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro ini.

Setidaknya sejak PT ADS ditinggalkan Ganesha Askari Nopember 2018 lalu, hingga kini masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Hal sama terjadi di PT BBS dimana direktur perusahaan itu masih kosong semenjak Toni Ade Irawan mundur akhir Oktober 2019 lalu.

Kekosongan pimpinan tertinggi perusahaan pelat merah dalam jangka waktu yang lama ini, disesalkan Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro Sally Atyasasmi. Menurut politisi perempuan Partai Gerindra ini, kekosongan jabatan Direktur BUMD berdampak pada perbaikan tata kelola perusahaan.

Sally-sapaanya- menilai sulit untuk bicara manajerial yang sehat tanpa adanya direktur. Pihak Komisi B sudah berkali-kali mengingatkan kepada pemerintah untuk mengisi posisi Direktur BUMD yang kosong. “Sulit menetapkan target pendapatan yang tinggi tanpa adanya leader,” katanya.

Baca Juga :   Posko Covid-19 Perketat Jalur Perbatasan Bojonegoro

Untuk itu Komisi B meminta kepada Pemkab Bojonegoro segera membentuk panitia seleksi pengisian jabatan direktur BUMD yang kosong. “Ya bagaimana mau menemukan orang yang qualified kalo lowongannya belum dibuka,” tegas politisi perempuan asal Kecamatan Sumberejo ini.

Baca Juga :   Ke Rumah Isolasi Wanatirta, Kapolres Bojonegoro Bawa Obat dan Buah

Untuk kualifikasi jabatan Direktur BUMD, menurut Sally, selain memiliki wawasan dan latar belakang pendidikan yang sesuai, juga harus berpengalaman sebagai pimpinan lembaga/organisasi, juga bebas dari tekanan dan kepentingan politik. Seperti yang diamanatkan oleh Perundang-undangan.

Direktur Institute Developmeny of Society (IDFoS) , Joko Hadi Purnomo memiliki pendapat yang sama dengan Sally. Kekosongan jabatan direktur akan berimbas pada perusahaan akan kesulitan membuat kebijakan strategis. “Harus segera diisi,” kata Joko Hadi Purnomo.
Penulis : Syafik
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *