Dirjen Aptika: Modal Bojonegoro Bersaing di Era Digital

oleh
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Ardiyan Pangarapan dan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, dalam sebuah acara di Gedung Angling Darmo, Bojonegoro, Rabu 26-2-2020.Foto/Istimewa

Bojonegoro- Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Ardiyan Pangarapan mengatakan, Kabupaten Bojonegoro memiliki modal dan semangat bersaing di era digital. Karena masyarakat Bojonegoro banyak menggunakan dan mengakses internet. “Harapannya, nanti kepala daerah bisa memantau apa saja yang menjadi keluhan masyarakat untuk diteruskan ke OPD terkait,”ujarnya di Angling Dharma Pemerintah Bojonegoro, 26-2-2020.

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menyampaikan, dalam era globalisai ini teknologi sudah tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat pemerintah harus mengikuti arus globalisasi agar system pelayanan di Bojonegoro bisa berjalan lebih baik dan cepat. Juga dapat memangkas birokrasi, sehingga pelayanan dapat dilaksanakan dengan cepat.

Era digital ini, lanjut Bupati Anna, pemerintah harus memiliki basis data yang akan dimasukkan sistem. Sehingga pemerintah memerlukan tenaga IT mengolah data tersebut.
“Perlu didukung dengan menyiapkan SDM berkompeten. Ke depan pemerintah daerah harus memberikan pelatihan TOT (Training Of Trainer atau Pelatihan untuk Pelatih),” ujarnya.

Bupati melanjutkan, pemerintah juga akan mendukung pembuatan starup untuk generasi milenial, sehingga bisa lebih berkembang. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong akses ekonomi yang lebih baik di Bojonegoro.

Baca Juga :   Polisi-Perhutani Bojonegoro Amankan 1383 Kayu Jati Curian

Kepala Dinas Kominfo Kusnandaka Tjatur menyampaikan tahun 2018 Pemerintah Bojonegoro mendapatkan pendampingan dari Kementerian Kominfo untuk mencapai Master Plan City. Dalam master Plan City ini ada beberapa tantangan. Mulai dari blank spot area dimana kawasan tersebut adalah area hutan yang cukup sulit untuk dijangkau jaringan. “Hal tersebut mengganggu dalam pemetaan ekonomi dan tingkat kemiskinan di daerah kawasan hutan,” imbuhnya.

Baca Juga :   Layanan Gratis Forum Jumpa Desa di Sekaran

Target Bojonegoro mencapai Master Plan City:

1. Smart Government (Pemerintah Bojonegoro dalam pengelolaan SPBE melalui sistem informasi desa, data desa, aplikasi desa, serta pelayanan terbuka.)
2. Smart Branding (Pengelolaan wisata baik di Bojonegoro sehingga dapat menarik wisatwan untuk berkunjung.)
3. Smart Economy (Memberikan perbaikan dan pembekalan tentang kegiatan ekonomi)
4. Smart Living (Perbaikan infrastruktur dan jalan di Kabupaten Bojonegoro)
5. Smart Society (Terjalinnya interaksi dengan masyarakat menampung aspirasi masyarakat)
6. Smart Environment (Pemetaan lingkungan hidup, pengelolaan gedung dan jembatan)
Penulis : Rozikin
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *