Direktur PT. ADS Diberhentikan, Apakah akan Tempuh Jalur Hukum?

oleh
(Dok. Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT. ADS setelah RUPS secara virtual untuk tahun buku 2019, di Cafe Jalan, Untung Suropati Bojonegoro, Selasa 12-1-2020. Foto : Rozikin)

Bojonegoro,damarinfo.com – Kabar tentang pemberhentian Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro  PT. Asri Dharma Sejahtera (ADS) sudah diketahui minggu lalu, namun alasan pemberhentianya belum dijelaskan.

“Njih, diberhentikan” Kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah Sabtu 27 Agustus 2022 tanpa menjelaskan alasan pemberhentianya.

Saat itu Direktur PT. ADS, Lalu M. Syahril Majidi enggan berkomentar karena belum menerima surat pemberhentian.

“No Comment Mas, karena belum  menerima hitam di atas putih” Kata Lalu M. Syahril Majidi.

Dan pada hari  Kamis 1-September- 2022, Direktur PT. ADS Lalu M. Syahril Majidi menyampaikan bahwa dirinya sudah menerima Surat Keputusan (SK) Pemberhentiannya sebagai Direktur PT. ADS. Alasan pemberhentiannya adalah setelah adanya evaluasi kinerja direksi dan dewan komisaris. Syahril juga tidak mengetahui indikator kinerja yang menjadi bahan evaluasinya, dan dirinya juga tidak dimintai konfirmasi atas evaluasi tersebut.

“Jika evaluasi kinerja dewan komisaris baik pastinya kinerja direksi juga baik,”  Kata Syahril, Kamis 1-9-2022.

Lanjut Syahril, agenda evaluasi direksi sebenarnya sudah disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 23 Mei 2022. Berikutnya pada RUPS pada tanggal 11 Agustus 2022, tidak ada pembahasan materi evaluasi.

Baca Juga :   Sidang PI Blok Cepu, Penggugat: Perjanjian di PI Cacat Hukum

Pada RUPS ini, PT. Surya Energi Raya (SER) mempertanyakan kebutuhan untuk melakukan evaluasi, pasalnya menurut PT. SER sebagai pemegang saham di PT. ADS, kinerja Direksi dan Dewan Komisaris sudah sangat baik. Buktinya Direksi dan Dewan Komisaris sudah memperoleh acquit de charge artinya pembebasan dari tanggung jawab, sehingga dividen bisa dibagi dengan mulus. Bahkan selama kepemimpinan Syahril telah dibagikan deviden sebanyak lima kali dan juga pengembalian dana untuk saham Seri – C milik PT. SER.

“apa yang harus dievaluasi dan pada periode mana?” Kata Syahril, menyampaikan pendapat dari PT. SER pada saat RUPS.

Syahril menambahkan bahwa pada tanggal 25-Agustus-2022 dilaksanakan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda evaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi, namun batal karena tidak kuorum. Tanggal 26-Agustus-2022, dilaksanakan RUPSLB atas undangan Dewan Komisaris, namun pada saat RUPSLB tersebut dirinya tidak diperkenankan hadir.

Baca Juga :   Akhirnya, RUPS PT ADS Digelar

“RUPSLB ini cacat hukum karena tidak dihadiri Direktur utama padahal tidak dalam kondisi berhalangan, RUPSLB pun ditunda hingga pukul 17.00 WIB” Tambah Syahril.

Masih menurut Syahril, selanjutnya dirinya diminta membuat surat undangan RUPSLB, dirinya pun menyetujui dan menandatangani surat undangan tersebut. Maka digelarlah RUPSLB atas undangan Direktur Utama tersebut, bahkan dirinya sempat mengikuti RUPSLB dan menyaksikan perdebatan dalam RUPSLB tersebut, tentang materi evaluasi dan periode evaluasi. Ternyata yang dievaluasi bukan direksi dan dewan komisaris tetapi dia sebagai Direktur Utama, dan dia diminta meninggalkan rapat, alasanya karena dia yang dievaluasi. Syahril juga menyampaikan setelah dirinya meninggalkan rapat, dirinya tidak tahu hasil evaluasi tersebut hingga SK Pemberhentian dirinya diterbitkan.

“saya masih pikir-pikir untuk menempuh jalur hukum” Kata Syahril.

Pemberhentian Direktur BUMD mengacu pada Permendagri Nomor 37 Tahun 2018, Pasal 54, Dalam hal jabatan anggota Direksi berakhir karena diberhentikan sewaktu-waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf c, pemberhentian dimaksud wajib disertai alasan pemberhentian.

Penulis : Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *