Dilaporkan ke Badan Kehormatan, Ini Bantahan Anggota DPRD Bojonegoro

oleh
oleh
Kantor DPRD Bojonegoro Jalan Trunojoyo,.Foto/Rozikin

Bojonegoro, damarinfo.com – Delapan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro yang dilaporkan Pimpinan DPRD dengan berkirim surat ke Badan Kehormatan (BK) DPRD setempat akan di tindaklanjuti menunggu hasil rapat internal BK terlebih dahulu.

“Tunggu mas, BK akan rapat,” kata Ketua BK DPRD Bojonegoro Wahyuni Susilowati.

Dari data yang diperoleh damarinfo.com menyebutkan ada delapan anggota DPRD yang di tenggarai tidak hadir sesuai hasil rekap absensi kehadiran dalam rapat sebanyak enam kali atau lebih secara berturut-turut yaitu, Agus Suprayitno dari partai Perindo, Muhammad Fauzan dari Fraksi Demokrat, Dwi Priyo Raharjo dari Partai Nasdem, Zulma Dwi Satrio Putra dari partai PAN, Nafik Sahal dan Abdulloh Umar dari fraksi PKB, Edi Setyo Budi dari fraksi Gerindra, Choirul Anam dari fraksi PPP.

Choirul Anam mengatakan kurang aktifnya dalam rapat-rapat dikarenakan pada bulan Juni dan Juli 2021, hampir tiap hari ada kegiatan partai di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di Surabaya. Akan tetapi  setiap kali berangkat pasti menyampaikan ke pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) atas ketidak hadiranya . Namun  dia memastikan untuk bulan Agustus, September dan Oktober lebih aktif.

Baca Juga :   Bojonegoro Akan Miliki Perda Kawasan Tanpa Rokok

“Saya pastikan untuk kegiatan paripurna selalu hadir,” tandas politikus PPP ini pada Rabu, 6-Oktober-2021.

Lain halnya Abdulloh Umar, jika dikatakan tidak aktif dalam rapat-rapat DPRD yaitu saat menjalani isolasi mandiri (Isoman) sehingga tidak bisa mengikuti rapat-rapat internal di antaranya rapat pimpinan komisi dan pimpinan DPRD.

“Kalau rapat paripurna dan tugas-tugas AKD dengan OPD beres semua” tutur politikus muda ini.

Sementara itu, Agus Suprayitno dari partai Perindo, Muhammad Fauzan dari Fraksi Demokrat, Dwi Priyo Raharjo dari Partai Nasdem, Zulma Dwi Satrio Putra dari partai PAN, Nafik Sahal dari fraksi PKB dan Edi Setyo Budi dari fraksi Gerindra hingga berita ini di tulis belum ada tanggapan saat dihubungi.

Baca Juga :   Gedung Rp. 80 Miliar untuk Wakil Rakyat di Bojonegoro

Sebelumnya pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro bersurat kepada Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yakni Badan Kehormatan (BK). Surat tersebut meminta BK supaya memaksimalkan kinerja terutama terhadap delapan anggota DPRD yang tidak aktif dalam beberapa rapat.

Ketua DPRD Bojonegoro Imam Solikin mengatakan, pihaknya bersurat kepada BK masalah keaktifan seluruh anggota DPRD. Juga  ditegaskan ke BK untuk memaksimalkan kinerjanya. Utamanya terkait keaktifan anggota dalam rapat-rapat kerja. Terkait surat disertai nama-nama anggota yang tidak aktif atau tidak, menurut Imam, tidak disertakan dalam surat. Namun hanya menegaskan untuk memaksimalkan kinerjanya yaitu keaktifan anggota DPRD.

“Ya tidaklah (disertai nama anggota yang tidak aktif), kita hanya menegaskan BK untuk memaksimalkan kinerjanya, terkait aktifisasi anggota dalam rapat-rapat kerja,” ujarnya pada damarinfo.com Selasa, 5-Oktober-2021.

Penulis : Rozikin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *