Defisit, DPU Bojonegoro Usul Efisiensi Anggaran

oleh
Dengar pendapat antara Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Tata Ruang Kabupaten Bojonegoro dengan Komisi D DPRD soal Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021, pada Kamis 12-Februari-2021.Foto/Rozikin

Bojonegoro – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Tata Ruang Kabupaten Bojonegoro di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021 mengusulkan efisiensi anggaran untuk menutup devisit senilai Rp 157 miliar. Hal itu menyusul adanya devisit anggaran di APBD 2021 senilai Rp 400 miliar lebih.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Jasa Konstruksi Chusaifi Ivan Rachmanto di hadapan Komisi D DPRD Bojonegoro mengatakan, anggaran dan program kerja di tahun 2021 belum bisa disampaikan secara rinci. Namun dalam rekapan secara keseluruhan pos anggaran senilai Rp 1,5 triliun, yang dialokasikan untuk beberapa program dan paling banyak berupa konstruksi jalan.

Menurut Chusaifi, pihaknya juga mengusulkan rencana efisiensi anggaran APBD 2021. “Efisiensi yang diusulkan senilai Rp 157 miliar, tapi bukan anggaran kontruksi fisik. namun sisa tender senilai 10 persen,” ujarnya pada Kamis, 11-2-2021

Anggota Komisi D DPRD Bojonegoro Ali Huda meminta kepada DPU Bina Marga dan Tata ruang Kabupaten Bojonegoro untuk pekerjaan proyek rigit. Kalau dilelang untuk segera dilakukan lelang jangan seperti Dinas Pendidikan Bojongoro. Dia menyebut, saat rapat Banggar menyampaikan dengan Silpa pada bulan Januari akan bisa langsung dilakukan lelang.

Baca Juga :   Proyek Pembangunan Jalan masih Menjadi Prioritas Pemkab Bojonegoro di Tahun 2023.

Nyatanya, lanjut Ali Huda, sampai Februari saat ini masih belum ada apa-apa, yang katanya Januari langsung tancap. Kalau bulan April dimulai lelang itu terlalu lama. Semestinya saat ini bisa langsung dikeluarkan. “Untuk lelang, kalau alasan anggaran tidak masuk akal. karena Silpa ada sebesar Rp 2 triliun, itu uangnya sudah siap tinggal pakai,” tegasnya.

Baca Juga :   Pihak DPRD Bojonegoro Soroti Tender Proyek Jalan Tahun 2019

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar mengatakan, serapan anggaran DPU Bina Marga dan Tata Ruang sebanyak 92 persen, hampir seluruh pekerjaan tuntas. Selain itu pihaknya meminta dan memastikan untuk pelaksanaan tender segera dilaksanakan dengan cepat. Apalagi saat ini sudah akan masuk di bulan tiga.
“Dengan anggaran yang sangat besar ini tentu butuh pemetaan dan pemilahan, sehingga tidak adanya kontra produktif pekerjaan antara satu dengan yang lain dan berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
Penulis : Rozikin
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *