Dampak Corona, Harga Ikan di Lamongan Jeblok

oleh
Nelayan di Desa Lohgung, Kecamatan Brondong sekitar 700 orang nelayan banyak yang libur tidak melaut.Foto/Totok Martono/Lamongan

Akibat mewabahnya virus corona nelayan di pantai utara (Pantura) Lamongan merana karena harga ikan hasil tangkapan terjun bebas. Sejak dua pekan terakhir harga jual ikan turun hingga 50 persen.

Terpuruknya harga ikan karena pabrikan yang biasa menampung hasil tangkapan nelayan untuk kebutuhan ekspor banyak yang tutup. Terpaksa nelayan hanya menjual pada bakul untuk dijual pasar. “Meski hasil tangkapan melimpah namun karena pabrik yang membeli ikan tutup jadi harga ikan langsung jatuh,” kata Yanto nelayan asal desa Labuhan, Kecamatan Brondong, kepada damarinfo.com, Kamis 9-4-2020.

Nelayan hanya bisa menjual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) atau bakul yang kulak untuk kemudian dijual kembali disejumlah pasar tradisional. Namun melimpahnya ikan menjadikan harga jual ikan turun drastic. “Saat ini para nelayan hanya mengharapkan virus corona cepat hilang sehingga pabrik-pabrik penampung ikan bisa kembali buka dan membeli ikan nelayan,” ujarnya lagi.

Umumnya hasil tangkapan nelayan yang menjadi faforit karena harganya tinggi yaitu ikan rajungan, lobster dan cumi-cumi. Sebelum adanya virus corona harga rajungan sekira Rp65 ribu perkilgram, lobster Rp 300 ribu perkilogram dan cumi-cumi Rp35 persen. Namun saat ini harga jual jenis ikan tersebut terjun bebas hingga 50 persen.

Baca Juga :   Sudah Tujuh Warga Berstatus PDP di Bojonegoro Meninggal

Saat ini sebagian besar nelayan memilih untuk menyandarkan perahu. Walaupun berangkat miyang (melaut) hanya untuk bertahan agar dapur tetap mengepul.
Seperti di Desa Lohgung, Kecamatan Brondong sekitar 700 orang nelayan banyak yang libur tidak melaut.” Banyak yang memilih prei miyang karena harga ikan yang tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk melaut. Selain itu resiko ditengah laut juga cukup besar saat kondisi cuaca juga msih buruk,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Lohgung Murco Mulyo.
Penulis :Totok Martono/Lamongan

Baca Juga :   Blora Waspadai Kluster Baru Virus Corona di Pasar Cepu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *