Catatan Awal Tahun 2023
Awal Tahun di Akhir Tahun Kekuasaan Anna-Wawan dan PR yang Belum Terselesaikan

oleh
oleh
(Bupati Bojonegoro Anna Muawanah didampingi Suami Ali Dupa dan jajaran Forkopimda membunyikan terompet tahun baru 2023 di Lapangan Siwalan Kecamatan Sugihwaras, Sabtu 31 Desember 2022. /Tangkapan layar channel youtube @pemkab Bojonegoro)

Semalam 31 Desember 2022, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah melepas tahun 2022 dan menandai datangnya tahun baru 1 Januari 2023 dengan membunyikan terompet di Lapangan Siwalan, sambil menyaksikan pegelaran wayang dengan judul Srikandi Pinayungan.

Tahun 2023 adalah akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Anna Muawanwah-Budi Irawanto (Anna-Wawan) tepatnya nanti pada 24 September 2023.  Nama Wawan tetap harus dicantumkan karena memang saat pelantikan mereka berpasangan. Soal dalam perjalanan ada permasalahan itu hal biasa dalam sebuah hubungan, toh hingga di akhir tahun kekuasaan mereka tetap “berpasangan” tak ada yang diberhentikan.

Kekuasaan sejatinya harus ditujukan untuk pengabdian dalam menggapai kesejahteraan.  Bukan ditujukan untuk mempertahankan kekuasaan, sehingga bertindak sewenang-wenang dalam menjalankan kebijakan.

Kekuasaan yang hanya untuk kekuasaan pasti akan menutupi buruknya kenyataan kalau tidak mau dibilang menampilkan  kepalsuan. Kekuasaan yang hanya ditujukan untuk kekuasaan hanya ditujukan untuk menyenangkan para pemilih pada pemilhan umum lima tahunan. Kesejahteraan menjadi nomor sekian, yang penting mereka tetap menjatuhkan pilihan.

Baca Juga :   Surat Redaksi Akhir Tahun Dua Pesohor Bojonegoro yang Belum juga Akur

Torehan keberhasilan pembangunan tentu harus ditunjukan, pun pekerjaan yang belum selesai (Pekerjaan Rumah) harus juga disampaikan agar menjadi pembelajaran dalam pembangunan ke depan.  Semestinya tidak usah disembunyikan atau malah menolak kebenaran dengan kemarahan.

Meminta maaf atas kekurangan jadi bukti kita adalah hamba dan bukan Tuhan, karena hamba pasti punya kesalahan dan kekurangan dan ini sebaiknya dilaksanakan di akhir pemerintahan. Kecuali jika kita mau memproklamirkan diri sebagai Tuhan.

Kita mulai dari keberhasilan, ya tentu masyarakat sudah melihat dan merasakan, yakni pembangunan jalan dan jembatan. Total jalan kabupaten yang sudah dibangun sepanjang 531 km,sementara poros desa sudah dibangun dengan sistem Bantuan Keuangan Khusus Kepada Pemerintahan Desa atau biasa disebut Bantuan Keuangan Desa (BKD). Tak pernah terbayangkan bahwa masyarakat di Desa Napis Kecamatan Tambakrejo akan merasakan jalan aspal mulus, tak pernah terbayangkan masyarakat di dusun Klitik Desa Sugihwaras Kecamatan Sugihwaras merasakan mulusnya jalan berasapal. Pun daerah-daerah terpencil lainya, sudah merasakan nikmatnya jalan ber cor dan ber aspal. Saat ini keluar atau masuk ke wilayah Bojonegoro dari mana saja tak kan menyimpan kekhawatiran karena lewat mana saja sudah nyaman.

Baca Juga :   Surat Redaksi Perolehan Kursi PKB di DPRD Bojonegoro Terancam Berkurang

Jalan dan jembatan adalah sarana untuk meningkatkan kesejahteraan, jadi bukan tujuan. Meski bisa digunakan untuk jualan dalam rangka mempertahankan kekuasan.

(Jalan Cor yang sudah dilapisi Aspal di wilayah Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Foto : Syafik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *