Butuh Waktu 2,5 Bulan Normalisasi Gas CPP Gundih

oleh
General Manager Asset 4 Agus Amperianto saat memberikan penjelasan proses recovery CPP Gundih, Rabu 15-4-2020.Foto/Ais

Blora- Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 membutuhkan waktu sekitar 75 hari (2,5 bulan) untuk bisa menormalkan kembali aliran gas dari Central Processing Plant (CPP) Gundih ke para pelanggannya. Menyusul terjadinya kebakaran di cerobong fasilitas Thermal Oxidizer (TOx), Kamis 9-4-2020 lalu.

Hingga kemarin aktivitas pengolahan gas masih dihentikan atau shutdown. Upaya ini dilakukan dalam rangka proses stabilitasi sekaligus investigasi pasca terjadinya kebakaran di lokasi gas CPP Gundih. ‘’Setidaknya kami membutuhkan waktu sekitar 2,5 bulan untuk penanganan. Mudah-mudahan perbaikan berjalan lancar sehingga distribusi gas dari CPP bisa kembali normal,’’ ujar General Manager Asset 4 Agus Amperianto saat jumpa pres di HSSE Demo Room Pertamina EP Asset 4 field Cepu, Rabu 15-4-2020.

Dalam kondisi normal, CPP Gundih mengolah gas sebesar 50 MMSCFD (miliar kaki kubik). Gas tersebut disalurkan melalui pipa distribusi ke konsumen antara lain PT SPP, PLTGU Tambak Lorok Semarang dan PGN Jargas Blora dan Jargas Semarang. Pasca kebakaran area TOx CPP Gundih, aliran gas untuk pelanggan jargas di Semarang dan Blora ditanggulangi dengan menggunakan CNG dari PT PGN.

Agus Amperianto didampingi Cepu Field Manager Afwan Daroni mengungkapkan, upaya perbaikan area TOx hingga kini masih berlangsung. Di antaranya penyiapan pembuatan decission tree. Pihaknya juga membuat opsi-opsi recovery plan berdasarkan hasil assesment.

Baca Juga :   Pengerjaan CPP Gundih Alami Kemajuan

Untuk memperlancar proses assesment terhadap rencana recovery CPP Gundih, kata Agus Amperianto, disiapkan pula beberapa tahapan guna menunjang kelancaran operasi. Yakni penyiapan crane dan pemasangan scaffolding dinding luar. ‘’Progres material on site pemasangan scaffolding dinding luar sudah mencapai 60 persen dan instalasinya sudah 32 persen,’’ katanya.

Tak hanya menurunkan peralatan (WHRU) yang terbakar dari ketinggian 25 meter, dalam perbaikan itu akan dilakukan penggantian peralatan dan instalasi. Selain itu, inspeksi dan analisa struktur. ‘’Mungkin yang lama nanti pemesanan materialnya,’’ kata Agus Amperianto.

Baca Juga :   Stok Beras Bulog Bojonegoro Cukup untuk 15 Bulan

Proses recovery, lanjutnya, melibatkan 28 orang pekerja handal. Dalam perbaikan itu pihaknya menjalankan protokol pencegahan virus korona. Selain tim medis dan ambulans juga disiapkan di lokasi. Jadi apabila ada pekerja dan mitra kerja yang akan masuk area wajib diperiksa terlebih dahulu. Setelah dinyatakan fit to task baru boleh bekerja. “Semua pihak yang terkait dalam operasi recovery CPP Gundih wajib mengikuti protokol yang sudah ditetapkan. Utamanya dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, masker N95, sarung tangan serta menjalankan phisycal distancing,’’ ungkap mantan manager humas Pertamina EP ini.
Penulis : Ais
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *