Bupati Bojonegoro Wajibkan Warganya Pakai Masker

oleh
(Para murid di Lembaga Pendidikan Walisongo membagikan gratis masker kepada para pedagang di Pasar Sugihwaras, Bojonegoro. . Foto/Syafik)

Bojonegoro-Bupati Bojonegoro Anna Muawanah mewajibkan warganya untuk menggunakan masker jika keluar rumah.

Penegasan ini disampaikan Bupati Bojonegoro melalui Surat bernomor 360/0751/412.306/2020 yang ditujukan kepada Camat dan Kepala Desa/Lurah se Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Bojonegoro Masirin membenarkan keberadaan Surat Bupati Bojonegoro tersebut.
“Betul,” kata Masirin pada damarinfo.com Sabtu 11-April-2020.

(Foto Surat Bupati Bojonegoro tanggal 10-4-2020 Mewajibkan Warga Bojonegoro untuk memakai Masker)

Dalam surat tertanggal 10 April 2020 tersebut, Bupati Bojonegoro juga memohon partisipasi Camat dan dan Kepala Desa/Lurah se Kabupaten Bojonegoro dalam kontrol sosia. Yaitu menyangkut
pelaksanakan hal-hal sebagai berikut.

  • Setiap Desa/Kelurahan harus mempersiapkan tempat/shelter untuk ruang isolasi mandiri minimal 14 hari untuk warganya yang baru datang dari luar Kabupaten Bojonegoro.
  • Setiap warga yang datang dari zona merah, baik untuk bekerja atau bermukim, maka Gugus Kecamatan dan Desa membuat Kebijakan warga/pendatang tersebut wajib diisolas. Tepatnya di tempat/shelter yang sudah disediakan di masing-masing desa/kelurahan dan petugas Linmas menjaga 24 jam secara bergantian.
  • Atas hal tersebut apabila ada tamu atau keluarga dari luar kota datang di desa/kelurahan dan berada di rumah yang dituju, maka wajib melaporkan kedatangan keluarganya tersebu kepada petugas/gugus tugas desa.
  • Selanjutnya untuk dilaksanakan isolasi mandiri di shelter/tempat yang disediakan desa/kelurahan sampai selesai 14 hari. Yang bersangkutan tidak diperbolehkan melakukan kontak fisik sebelum masa isolasi selesai.
Baca Juga :   Landai Tidak Ada Penambahan Positif maupun PDP Covid-19 .

Salah seorang Ketua RT di Kelurahan Klangon menyampaikan bahwa hingga saat ini Kelurahan belum melakukan pengadaan masker untuk warganya. Dengan alasan anggaran kelurahan belum cair.

Baca Juga :   Rapid Test di Pasar Baureno, Dua Pedagang Reaktif

Belum cairnya anggaran kelurahan ini juga berimbas pada pelaksanaan isolasi mandiri yang diwajibkan oleh Bupati Bojonegoro. Kelurahan Klangon belum menyediakan tempat/shelter untuk isolasi.

“Warga berinisiatif beli sendiri dan ada yang dikoordinir RT,” kata salah satu Ketua RT di Kelurahan Klangon tersebut.

Penulis : Syafik

Editor : Sujtamiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *