Bupati Bojonegoro Sapa Warga Kecamatan Sekar

oleh
Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah kunjungi Kota Sekar. Begitulah ungkapan hangat bupati ketika menyapa warga dalam kegiatan Sambang Desa Ke-XII yang dilaksanakan di Desa Miyono Kec. Sekar Kamis, 10 September 2020. Foto/dok.Humas Pemkab Bojonegoro

Bojonegoro,- Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah kunjungi “Kota Sekar”. Begitulah ungkapan hangat bupati ketika menyapa warga dalam kegiatan Sambang Desa Ke-XII yang dilaksanakan di Desa Miyono Kec. Sekar Kamis, 10 September 2020.

Sebelum ke Kecamatan Sekar, Bupati Anna juga mengunjungi Desa Bondol Kecamatan Ngambon, Kamis 10-Februari-2020 lalu. Dalam beberapa hari ke depan, akan ada kunjungan giliran sebagai program Sambang Desa Bupati Anna di desa-desa di Bojonegoro.

Menurut Bupati Anna ke lapangan sebagai langkah untuk mengambil kebijakan. Kali ini berkunjung ke Kecamatan Sekar yang dianggap mengalami banyak kemajuan. Mulai dari pembangunan, infrastruktur jalan beton yang hampir tuntas. Sesuai perencanaan jalan beton wilayah selatan mulai Kecamatan Sekar hingga ujung Kecamatan Gondang.”Banyak kemajuan,” ujarnya dalam release Pemkab Bojonegoro, Jumat 11September 2020.

Menurut Bupati Anna, Kecamatan Sekar memiliki potensi pakan ternak luar biasa. Melalui Dinas Peternakan Dan Perikanan Bojonegoro terus menggalakkan program Inseminasi Buatan (IB) bagi peternak sapi. Tujuannya agar perkembangan sapi di Bojonegoro terus meningkat.

Baca Juga :   Akses ke Lokasi Haul Dibersihkan Alumni Bersama Warga

Selain itu, lanjut bupati, bidang pelayanan kesehatan turut mendapatkan perhatian. Untuk sekarang ini, lanjutnya, masyarakat Bojonegoro tidak perlu khawatir ketika mau berobat ke Puskesmas atau rumah sakit. Karena kini biaya pengobatan sudah ditanggung oleh Pemerintah Bojonegoro lewat asuransi BPJS yakni UHC (universal health care). Program ini di Jawa Timur baru dua kota/kabupaten, yakni Kota Surabaya dan Kabupaten Bojonegoro.

Mengakhiri sambutan, Bupati Anna berpesan ke warga, agar untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Juga jika ada halaman rumah lapang untuk ditanami pohon. “Jaga tidak merusak dan vandalisme terhadap aset- milik desa maupun pemerintah daerah/pusat,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kab. Bojonegoro Machmuddin memaparkan, tujuan dibentuknya Badan Usaha Milik Deaa (BUMDES) yakni untuk menciptakan lapangan kerja. Kemudian membuat jaringan pasar dan mengoptimalkan aset desa, menumbuhkan ekonomi desa, meningkatkan PAD desa.

Baca Juga :   Pelari Asal Bojonegoro Berjaya di Brawijaya Run 10-K

Jenis usaha BUMDES, yaitu memberikan pelayanan dasar bagi masyarakat. Kedua, di bidang penyediaan jasa, dan usaha produksi, pengolahan dari potensi di wilayah. Seperti di kecamatan Sekar yang memiliki potensi komoditi jagung. “Diharapkan BUMDES memiliki andil,” tandas Mahmudin.

Di tahun ini, Dinas PMD Kab. Bojonegoro juga akan fokus melakukan pembinaan serta bimtek kepada pengurus-pengurus BUMDES guna penguatan tata kelola keuangan khususnya pembuatan neraca BUMDES. Terkait dengan program BUMDES yang berkaitan dengan program Pemkab Bojonegoro, bantuan BUMDES senilai 100 juta rupiah untuk seluruh BUMDES yang ada di Kab. Bojonegoro, dimana tahun 2019 kemarin ada 93 BUMDES yang sudah mendapatkan bantuan, dan di tahun 2020 ini ada 38 BUMDES, jadi total ada 131 BUMDES, yang mendapatkan bantuan, tuturnya.
Penulis : Rozikin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *