Bupati Bojonegoro dan Blora Kompak Dukung Dibukanya Bandara Ngloram

oleh
Landasan pacu Bandara Ngloram yang difoto pada November 2019. Menurut rencana landasan pacu tersebut akan didarati pesawat yang mengangkut menteri perhubungan dalam kunjungan kerjanya di Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu 11-1-2020.Foto/dok.Pemkab Blora

Blora-Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, mendukung penuh rencana pembukaan penerbangan di Bandara Ngloram Cepu, Kabupaten Blora.

Dukungan itu disampaikannya kepada Bupati Blora Djoko Nugroho dalam acara paparan Kepala Unit Penyelenggara Bandara Dewadaru dan General Manager (GM) Service Lion Air Group, di Hotel Ammi Cepu, Rabu 15-7-2020 malam.

”Adanya Bandara Ngloram yang dekat ini memang sudah lama kami impikan. Bojonegoro jika harus ke Surabaya melalui jalan darat memakan waktu tiga jam. Sedangkan ke Cepu mungkin hanya 30 menit, sehingga aksesnya lebih dekat,” ungkap Bupati Bojonegoro Anna Muawanah.

Keberadaan Bandara Ngloram menurut Bupati Bojonegoro tidak hanya mendongkrak ekonomi Blora, namun juga Bojonegoro. Apalagi saat ini produksi minyak nasional tertinggi ada di Blok Cepu Bojonegoro. “Kita harus optimis Pak Bupati Blora Djoko Nugroho, Bandara ini pastinya nanti akan banyak dimanfaatkan. Apalagi jumlah penduduk Blora, Bojonegoro dan daerah sekitarnya semakin banyak, otomatis butuh akomodasi yang lebih cepat,” lanjut Bupati Bojonegoro.

Sebagai tahapan awal, Bupati Bojonegoro mengajak Bupati Blora untuk bersama-sama meminta bantuan stakeholder. Terutma yang dinilai memiliki potensi mobilitas tinggi bisa memesan (booking seat) pesawat sebagai jaminan ketersediaan penumpang pesawat kepada maskapai penerbangan. ”Mungkin nanti Pak Bupati Blora bisa meminta ASN nya naik pesawat ketika akan ke Jakarta. Begitu juga Pertamina EP 4, BPSDM Migas,dan STEM Akamigas untuk booking seat. Saya nanti bagian yang Exxon Mobil, dll,” tandas Anna Muawanah.

Baca Juga :   Sebanyak 14 Santri di Temboro Diisolasi di BLK Bojonegoro

Bupati Blora Djoko Nugroho berterimakasih kepada Bupati Bojonegoro Anna Muawanah yang menyatakan dukungan atas rencana pembukaan penerbangan di Bandara Ngloram. “Kami akui, kita banyak belajar dari Bojonegoro. Selain dukungan terhadap Bandara Ngloram ini, Bojonegoro saat ini juga sedang membangunkan jembatan di Ngraho menuju Blora Selatan untuk membuka akses ekonomi di kedua wilayah yang selama ini terisolir,” ucapnya.

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah dan Bupati Blora Djoko Nugroho
dalam acara paparan Kepala Unit Penyelenggara Bandara Dewadaru dan General Manager (GM) Service Lion Air Group, di Hotel Ammi Cepu, Rabu 15-7-2020 malam.Foto/Ais

Bupati Djoko Nugroho menegaskan, penerbangan di Bandara Ngloram harus bisa segera terwujud. Apalagi saat ini GM Service Lion Air Group sudah berkenan hadir langsung ke Blora untuk meninjau kondisi landasan bandara dan berminat untuk membuka penerbangan perdana. “Sudah banyak tahapan yang kita lalui. Lahan yang sebelumnya aset Kementerian ESDM di bawah pengelolaan BPSDM Migas sudah dihibahkan ke Kementerian Perhubungan agar bisa dibangun. Kementerian Perhubungan juga sudah mengucurkan anggaran besar untuk pembangunannya, maka tidak bisa tidak, penerbangan harus bisa terwujud di Bandara Ngloram,” tegas Bupati.

Baca Juga :   Umi Kulsum-Agus Sugianto Kantongi Rekom Nasdem dan Gerindra

Bupati Djoko Nugroho meminta Sekda Blora menyusun rancangan kerjasama booking seat pesawat antara Pemkab dengan Lion Air Group sebagai jaminan bahwa kedepan akan ada penumpang di awal pembukaan penerbangan sembari mendorong minat pasar. “Rencananya Kementerian Perhubungan akan membuka penerbangan pertama 17 September nanti, apa itu tidak terlalu dekat. Terlebih masih kondisi pandemi seperti ini. Pada prinsipnya kami mendukung,” pungkasnya.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Dewadaru, Ariadi Widiawan yang ditugasi Kemenhub untuk mengawal pembangunan Bandara Ngloram membenarkan bahwa pihaknya berkeinginan penerbangan perdana dilakukan 17 September 2020 nanti setelah dilakukan perpanjangan runway (landasan) dari 1200 meter menjadi 1500 meter.

“Sedianya akan diperpanjang hingga 1600 meter. Namun karena pembebasan lahannya masih terkendala anggaran yang dialihkan untuk pandemi Covid-19 oleh Pemprov Jateng. Sehingga kami sementara hanya bisa melakukan perpanjangan hingga 1500 meter,” ucapnya.
Penulis : Ais

Editor  : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *