Bojonegoro Terancam Kekeringan

oleh
oleh
(Foto suasana terik di Kota Bojonegoro, Foto diambil tanggal 16-10-2023, pukul 15.25 WIB. Foto : Syafik)

Bojonegoro,damarinfo.com – Suhu udara di banyak wilayah di Indonesia sangat tinggi, termasuk di Bojonegoro. Suhu udara di Bojonegoro bahkan beberapa hari di atas 40 derajat celcius.

Dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Bojonegoro Laily Agustina Rahmawati, S.Si., M.Sc. menjelaskan saat ini kita sedang mengalami anomali iklim yg disebut sebagai El Nino. Biasanya ditandai dengan menurunnya curah hujan, dan suhu udara meningkat. Biasanya siklusnya 8 tahun sekali.

“Terakhir kita alami 2015, dan tahun ini terjadi lagi” Kata Alumni Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Prodi Ilmu Lingkungan  ini.

Lanjut Laily-panggilannya- suhu panas ini terjadi karena bumi sedang mengalami dampak pemanasan global, yang salah satunya dipicu oleh ketidakseimbangan neraca karbon, Emisi karbon tinggi namun serapan karbon rendah. Tingginya emisi karbon beberapa di antaranya disebabkan karena tingginya aktivitas manusia dalam penggunaan bahan bakar fosil untuk kendaraan, industri, memasak, pembangkit listrik, pembakaran sampah, dll. Sedang rendahnya serapan/sequestrasi karbon disebabkan karena deforestasi dan juga hilangnya vegetasi, seperti pohon, yang mampu menyerap karbon untuk fotosintesis.

Baca Juga :   Waspada, Suhu Udara di Bojonegoro dan Tuban Meningkat

Tingginya Emisi Karbon dibanding penyerapan Karbon menyebabkan konsentrasi karbon (sebagai salah satu jenis Gas Rumah Kaca/GRK) di atmosfer tinggi. Gas Rumah Kaca di atmosfer membentuk lapisan tebal yang menyebabkan panas matahari terperangkap di permukaan bumi. Panas yang seharusnya dipantulkan ke atmosfer, terhalang lapisan GRK dan kembali lagi ke bumi.

“Semoga bulan November 2023 kondisi ini bisa berakhir, pasalnya jika kondisi ini tidak berakhir  maka  ancaman terbesar kita adalah kekeringan karena  belum turun hujan”  Ujar Laily.

Mengutip laman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Sepanjang musim kemarau di tahun 2023 ini Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro telah mendistribusikan air bersih sejumlah 4.290.000 liter air untuk wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga :   Waspada, Suhu Udara di Bojonegoro dan Tuban Meningkat

Sampai dengan Tanggal 5 Oktober BPBD telah mendistribusikan air bersih sejumlah 1.230 tangki atau 4.920.000 liter air bersih untuk 61.734 jiwa dari 19.708 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar 19 kecamatan 65 desa dan 121 dusun. tidak hanya air bersih saja BPBD juga memberikan peralatan pendukung untuk kelancaran distribusi air bersih yakni pemberian bantuan 173 lembar terpal, 26 unit tandon dan 925 buah jerigen.

(Peta Kekeringan Meteorlogis Jawa Timur Dasarian Oktober I tahun 2023. Sumber : https://staklim-jatim.bmkg.go.id/)

Badan Meterologi dan Klimatologi (BMKG) Jawa Timur memberikan peringatan melalui website resminya https://staklim-jatim.bmkg.go.id/ melalui peta kekeringan meteorologis dasaraian Oktober I tahun 2023. Dari peta peringatan tersebut sebagian besar wilayah Jawa Timur dalam status “Awas” termasuk di Bojonegoro.

Penulis : Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *