Bojonegoro Dikepung Hujan

oleh
Hujan deras yang mengguyur sejumlah tempat di Kabupaten Bojonegoro, Senin sore 17-2-2020. Foto diambil di Jalan Sersan Mulyono Gang Cempaka, Kelurahan Klangon, Kecamatn Kota. Foto/Sujatmiko

Bojonegoro-Hujan deras menyasar di sejumlah tempat di Kabupaten Bojonegoro, Senin sore, 17-2-2020. Ancaman banjir di Kecamatan Kota Bojonegoro dan juga luapan sejumlah sungai, memicu naiknya tinggi muka air di Sungai Bengawan Solo.

Hujan deras mulai terjadi Senin sore, sekitar pukul 16.03 waktu setempat dan hingga berita ini ditulis hujan belum berhenti. Tetapi di sebelah selatan dan barat Kecamatan Kota Bojonegoro, juga telah turun hujan. Seperti di Kecamatan Dander, Kapas, dan Tambakrejo, turun hujan deras.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro telah merelease ‘Peringatan Dini Tiga Harian di Jawa Timur. Tepatnya soal waspada hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Yaitu pada pagi, siang dan sore, selama tiga hari. Mulai Senin tanggal 17 hingga 19-2-2020. Informasi itu menyambung apa yang disampaikan Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika, (BMKG) Surabaya. “Sudah kita release peringatan dini itu,” ujar Sekretaris BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfiah, Senin 17-2-2020.

Peringatan dini dari BPBD Bojonegoro atas prakiraan cuaca selama tiga hari ke depan./Dok. BPBD Bojonegoro

Hujan yang turun, Senin sore, memang seperti air ditumpahkan dari langit. Dampaknya beberapa ruas jalan di Kota Bojonegoro, terendam banjir. Seperti di Jalan Patimura, Jalan Panglima Polim, Jalan Untung Suropati, Jalan Gajah Mada, sebagian di Jalan Dr Soetomo. Banjir yang mendera di sejumlah jalan protokol Kota Bojonegoro itu, terjadi karena tak tertampungnya air di selokan kiri-kanan badan jalan.

Baca Juga :   Rapid Test di DPRD Bojonegoro; 26 Orang Sudah, Sisanya 24 Orang Belum

Akibatnya, air meluber hingga badan jalan dengan ketinggian antara 20 centimeter hingga 50 centimeter. Daerah, Jalan Panglima Polim dan Jalan Patimura, cukup parah jika hujan deras turun.”Bakalan banyak mogok sepeda motor ini akibat kemasukan air,” ujar Yanto, pengguna jalan di kawasan Sumbang.

Meski direndam banjir, tetapi air biasanya tidak lama. Air akan surut tidak lebih dari dua jam, kecuali jika misalnya intensitas hujan tinggi dan lama. Padahal, seperti diketahui, jalan-jalan yang terencam banjir itu sebagian baru saja ada perbaikan. Yaitu dibongkar selokannya pada Oktober hingga Desember 2019 silam.

Baca Juga :   Tim Analisis Binter Kunjungi Kodim 0813 Bojonegoro
Akses jalan menuju Kali Klampok Desa Bobol Kecamatan Sekar, Bojonegoro, yang ambrol akibat diterjang banjir, pada Minggu sore, 16-2-2020.FotoTony/BPBD

Sementara itu, hujan juga tidak hanya terjadi di Kecamatan Kota Bojonegoro. Di wilayah selatan, tepatnya di Kecamatan Tambakrejo, juga turun hujan deras, pada Senin sore. “Ya, di daerah Taji juga hujan deras,” ujar Kanti,51 tahun, warga Taji, Tambakrejo,pada damarinfo.com, Senin 17-2-2020.

Sehari sebelumnya, hujan deras terjadi di Bojonegoro bagian selatan, tepatnya di Kecamatan Sekar, pada Minggu sore 1-2-2020. Akibatnya, akses jalan menuju jembatan Kali Klampok, Desa Bobol, Kecamatan Sekar, ambrol, diterjang banjir bandang. Jalan di kawasan tersebut untuk sementara tidak bisa dilewati.
Penulis : Sujatmiko/Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *