Bojonegoro Butuh PCR untuk Uji Covid-19

oleh
Alat test swab virus corona di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih Jakarta.Foto/dok. katadata.co.id

Bojonegoro- Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah mengataan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkeinginan membeli alat uji Corona Virus Disease 19 (Covid-19) Polymerase Chain Reaction (PCR). Tujuannya agar hasil pengujian covid-19 lebih cepat diketahui, sehingga lebih cepat dilaksanakan tindakan medis. “Ada keinginan, “ katanya pada damarinfo.com, Sabtu 9-Mei-2020.

Menurut Nurul Azizah, bahwa rapid test yang dilakukan belum dapat menentukan seseorang yang ditest itu negatif atau positif covid-19. Sedangkan PCR diyakini dapat menentukan seseorang positif atau negatif covid-19.

Keinginan membeli PCR ini, merespon langkah yang dilakukan tim gabungan Pemerintah Bojonegoro, Polres dan Kodim Bojonegoro, melakukan rapid test massal terhadap para pedagang pasar. Yaitu terhadap 296 pedagang di Pasar Kota Bojonegoro, pada Kamis 7-Mei 2020. Kemudian dilanjutkan dengan rapid tes terhadap 300 pedagang di Pasar Banjarejo dan Pasar Dander, pada Sabtu dini hari, 9-Mei-2020.

Sementara itu, Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro Mochlasin Afan menilai Bojonegoro memang membutuhkan PCR ini. Namun permasalahanya saat ini ketersediaan alat-alat kesehatan tersebut langka dipasaran. Afan-panggilanya- mencontohkan untuk pengadaan rapid test saja, Bojonegoro menganggarkan pembelian sebanyak 9 ribu (per dua hari lalu) dan baru dikirim 2.800 unit. “Kalau butuh mendesak,” tegas Afan-panggilanya.

Baca Juga :   Mantan Sekda Nahkodai Nasdem Bojonegoro, Pak Mul:Belum Apa-apa

Selain itu, lanjut Afan, sebenaranya jika kebutuhanya adalah kecepatan hasil test covid-19, Laboratorium Universitas Airlangga Surabaya, mampu untuk melakukan test dengan PCR. Masalahanya adalah ternyata data hasil PCR tersebut harus mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Pusat di Jakarta, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Sehingga jika Bojonegoro membeli PCR namun hasilnya tidak diakui oleh Pemerintah Pusat maka malah keja dua kali.
Penulis : Syafik
Editor : Sujatmiko

Baca Juga :   Rapid Test di Pasar Baureno, Dua Pedagang Reaktif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *