Bojonegoro Alokasikan Rp 13 Miliar untuk Program Smart City

oleh

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2021 menyediakan anggaran Rp. 13 miliar untuk program Smart City. Sementara tahun 2020 anggaran yang disediakan adalah Rp 16 miliar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro Kusnandaka Tjatur mengatakan, anggaran tersebut rencanya akan dimanfaatkan untuk program pengelolaan aplikasi informatika, Program penyelenggaraan data statistik, program pengelolaan informasi dan komunikasi publik dan program penyelenggaraan persandian dan keamanan informasi. “Termasuk peningkatan kompetensi SDM dan tenaga programmer,” katanya.

Lanjut Kusnandaka, manfaat dari program smart city adalah untuk memback up pelayanan publik pada semua OPD layanan masyarakat. Berikutnya ditujukan untuk pengembangan dan penguatan aplikasi. Dan juga untuk Penguatan Sistem pemthan berbasis elektronik (SPBE) hingga tingkat desa. “Termasuk pembuatan single data base untuk penyaluran program-program Pemkab Bojonegoro,” pungkasnya.

Pada kesempatan paparan existing Smart City Bojonegoro juni 2020, Kusnandaka menyampaikan pelaksanaan di Bojonegoro. Di antaranya adalah Pemkab Bojonegoro memiliki asset 28 kilometer jaringan FO yang menghubungkan 42 OPD dan dua kecamatan. Sedangkan 26 kecamatan lainnya dengan wireless yang antenanya di gedung pemerintah kabupaten lantai delapan.

Baca Juga :   Bupati Anna Gratiskan Rapid Test Peserta UTBK Asal Bojonegoro

Selain itu Pemkab Bojonegoro juga telah memiliki sekitar 92 aplikasi yang sudah dikembangkan. Dengan rincian 46 pengembangan dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro dan sisanya dari pemerintah pusat dan pihak lain. Pemkab juga sudah memiliki Data Center (iso 27001), Command Center, Media Center, videotron, wifi hotspot, firewall, CCTV (kerjasama dengan Dishub dan Polres).

Baca Juga :   Pandemi Corona, Anggota Polres Bojonegoro Dapat Vitamin Tambahan

Dalam Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Bojonegoro nomor 13 Tahun 2020 tentang Master Plan Smart City Kabupaten Bojonegoro tahun 2019 – 2023, pasal 1 ayat 6 menyebutkan yang dimaksud smart city adalah kota yang berdaya saing dan berbasis teknologi informasi didukung sinergi tata pemerintahan cerdas (smart government), Pembangunan dan Pemasaran Potensi daerah (smart branding), Pengelolaan Sarana Transportasi Cerdas dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Cerdas (Smart Living), Partisipasi Cerdas Sosial Masyarakat (Smart Society), Pembangunan Ekonomi Cerdas (Smart Economy) dan Pemeliharaan Lingkungan Cerdas (Smart Environment).
Penulis : Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *