Blora Masuk Zona Risiko Rendah Penularan Covid-19

oleh
Wakil Bupati (Wabup) Blora menyampaikan keterangan dalam konferensi pers perkembangan kasus Covid-19 di posko GTPP di Kantor Pemkab Blora, Rabu 10-6-2020. Blora masuk zona kuning nasional Covid-19.Foto/Ais

Blora- Wakil Bupati Blora H Arief Rohman mengatakan Kabupaten Blora satu dari 10 kabupaten di Jawa Tengah yang masuk zona kuning atau risiko rendah transmisi penyebaran virus korona (Covid-19). ‘’Kita patut bersyukur Blora masuk zona kuning Covid-19 berdasarkan data BNPB,’’ ujarnya dalam konferensi pers di posko gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora di kantor pemkab, Rabu 10-6-2020. Masuk zona kuning tersebut mengutip data yang diterbitkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sekadar diketahui, berdasarkan data BNPB Selasa 9-Juni-2020sebanyak 136 kabupaten dan kota di 28 provinsi di Indonesia ditetapkan BNPB masuk dalam zona kuning Covid-19. Data tersebut diumumkan Ketua GTPP Covid-19 nasional Doni Munardo yang juga kepala BNPB. Penetapan 136 daerah berisiko rendah persebaran Covid-19 tersebut menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo, dengan memperhatikan hasil evaluasi tim pakar epidemiologi, kesehatan masyarakat, sosial, budaya, ekonomi kerakyatan, dan keamanan. Dengan zona kuning itu, daerah tersebut diminta mempersiapkan pelaksanaan aktivitas masyarakat produktif dan aman Covid-19.

Selain Blora, kabupaten lainnya di Jawa Tengah yang masuk zona kuning adalah Kota Pekalongan, Wonogiri, Karanganyar, Grobogan, Kendal, Kabupaten Pekalongan, Boyolali, Sragen dan Kabupaten Rembang. Sedangkan untuk provinsi lainnya seperti Jawa Timur hanya empat kabupaten zona kuning. Yakni, Ponorogo, Kota Blitar, Trenggalek dan Kota Pasuruan. Zona kuning merupakan merupakan level kedua dari empat zona transmisi atau persebaran Covid-19. Keempat zona itu adalah zona hijau (tidak terdampak), zona kuning (risiko rendah), zona orange (risiki sedang) dan zona merah (risiko tinggi).

Di Blora sejak akhir Mei 2020 tidak ada penambahan kasus positif Covid-19. Hingga kemarin jumlah kasus positif Covid-19 tetap 30 kasus. Dari 30 kasus, lima orang di antaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan meninggal dunia tiga orang dengan penyakit penyerta. Adapun yang masih dalam perawatan sebanyak 22 orang. Dinas Kesehatan Blora juga melakukan test swab terhadap sejumlah orang yang sebelumnya dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test. Hasil test swab tersebut negatif. ‘’Alhamdullillah kabar baik kali ini Kecamatan Jiken berubah menjadi zona hijau. Di Kecamatan Jiken tidak ada yang positif Covid-19, PDP, ODP maupun OTG. Mudah-mudahan kecamatan lainnya segera menyusul,’’ kata Wabup H Arief Rohman.
New Normal

Baca Juga :   Antusias Para Lansia Dusun Nglajer Ikut Vaksin Booster

Wakil Bupati Arief Rohman mengatakan, pelaksanaan new normal sudah mulai diterapkan di Blora. Diawali dengan new normal di kalangan aparatur sipil negara (ASN) sejak pekan lalu. Sedangan untuk bidang lainnya seperti keagamaan dan perekonomian seperti pasar hewan dan seni budaya, kata wabup, akan segera menyusul.

Baca Juga :   Bojonegoro Siapkan Gedung SMT jadi Tempat Isolasi

Sementara itu, terkait pelaksanaan new normal, Ketua DPRD HM Dasum mengingatkan agar masyarakat tidak salah mengartikannya. Menurutnya, new normal bukan berarti bebas beraktifitas seperti dahulu. Bukan juga berarti pandemi korona selesai. Ditegaskannya bahwa new normal adalah melakukan kebiasaan baru agar semua bisa tetap beraktifitas tanpa memiliki risiko tertular Covid-19. Yakni dengan cara membiasakan pakai masker jika keluar rumah, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak aman, dan lainnya sesuai protokol kesehatan. ‘’Jangan sampai akibat new normal menjadi awal malapetaka karena kita tidak mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan,’’ tegas Dasum.
Penulis : Ais
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *