Belum Ditemukan, Ibu dan Anak Asal Baureno yang Tenggelam di Bengawan Solo

oleh
Tim BPBD Bojonegoro tengah mendatangi keluarga korban di Desa Pucangarum, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Kamis malam 12-3-2020.Foto/dok. BPBD Bojonegoro

Bojonegoro-Ibu dan anak, bernama Suni,43 tahun, dan Ahmad Rifai,7 tahun, diduga tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Rabu 11-3-2020. Hingga kini pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, masih mencari kedua Ibu-anak itu Bengawan Solo, sekitar Dea Pucangarum, Kecamatan Baureno, Bojonegoro.

Tenggelamnya kedua orang tersebut, masih simpang siur. Pasalnya Ibu dan anak ini sempat mendatangi Sungai Bengawan Solo tepatnya di Dusun Randap, Desa Pucangarum, Kecamatan Baureno, pada Rabu, pagi 11-3-2020. Oleh warga sekitar ditanya hendak pergi kemana. Tetapi Suni tidak menjawab pertanyaan tetangganya tersebut. Bahkan, korban sambil menggandeng anaknya, terus berjalan hingga mendekati tambangan (penyeberangan) perahu di Dusun Duri, Desa Pucangarum, Kecamatan Baureno.

Baca Juga :   DPRD : Membandingkan Penanganan Kemiskinan di Bojonegoro dengan Sleman

Rupanya Suni dan anaknya tidak pulang ke rumahnya hingga Rabu malam. Karena tidak pulang, keluarganya melaporkan ke BPBD Bojonegoro, pada Kamis 12-3-2020. Atas laporan itu pihak BPBD dan Tim SAR melakukan pencarian di Sungai Bengawan Solo, di Dusun Randap Desa Pucangarum, Baureno. Setelah dilakukan pencarian hingga sore hari, korban tidak ditemukan.”Kita meneruskan pencarian pada hari ini (Jumat 13-3-2020),” ujar anggota Tim SAR Bojonegoro, Nur Cholis pada Jumat 13-3-2020.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim SAR Bojonegoro, masih mencari kedua Ibu-anak itu Bengawan Solo, sekitar Dea Pucangarum, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Jumat 13-3-2020.Foto dok.BPBD Bojonegoro

Nur Cholis menyebutkan, pencarian dilakukan mulai dari titik dimana kedua orang itu, berada di pinggir Sungai Bengawan Solo. Yaitu di bekas tambangan Dusun Randap, Desa Pucangarum dan di tambangan Dusun Duri, Desa Pucangarum, Baureno. Alasannya di dua lokasi tersebut, Ibu-anak ini, terlihat berada di pinggir sungai.

Baca Juga :   Giliran 300 Pedagang di Pasar Dander dan Banjarejo Jalani Rapid Test

Soal penyebab tenggelam, pihak Tim SAR belum bisa memberikan keterangan rinci. Alasannya, kedua korban hingga kini belum ditemukan.”Ya, kita tidak ingin menduga-duga. Yang penting, kita cari korban dahulu,” imbuhnya.

Sementara itu Pelaksana Tugas BPBD Bojonegoro Nadif Ulfiah mengatakan, timnya kini tengah berada di lokasi pencarian. Pencarian dilakukan selama dua hari ini, dari Kamis hingga Jumat 12-13-3-2020. Pencarian juga melibatkan warga Desa Pucangarum, juga tim gabungan.”Kita terus mencari, tandasnya pada damarinfo.com, Jumat 13-3-2020. Dia berharap, hari ini sudah ada titik terang soal pencarian dua orang yang diduga tenggelam.
Penulis : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *