Babat Optimalkan Agrobis di 21 Desa

oleh
Camat Babat Mulkan (kanan) saat meninjau banjir di Babat. Foto/Totok Martono

Babat-Sektor pertanian menjadi garapan serius Camat Babat, Kabupaten Lamongan Mulkan untuk lebih mengangkat taraf ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Babat. Yang saat ini getol diperjuangkan adalah pengadaan irigasi agar sawah dan ladang di 21 desa produksi panennya meningkat.
“Pertanian bisa menjadi andalan ekonomi warga Babat jika irigasi pertanian ditata dan dibenahi,” kata Mulkan kepada damarinfo.com.

Program penanganan irigasi telah dilakukan sejak akhir tahun 2019 dengan mengintensifkan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) desa dan membentuk jaringan HIPPA Gabungan. Saat ini telah terbentuk IV zona HIPPA Gabungan yang masing-masing zona terdiri dari empat hingga lima desa.

Dipaparkan Mulkan, untuk HIPPA Gabungan I atau Babat I terdiri atas Desa Moropelang, Tritunggal, Kebonagung, Keyongan, Sambangan dan Patihan. Sumber irigasi memanfaatkan dari rawa Manyar, Kecamatan Sekaran. Untuk membuka ‘kran’ irigasi tersebut Mulkan telah melakukan koordinasi dengan pemangku wilayah setempat. Sedang di Babat II terdiri atas Desa Bedahan, Plaosan, Sumurgenuk, Kuripan, Sogo, Datinawong, dan Gendong Kulon yang menggunakan irigasi dari Sungai Bengawan Solo.

Untuk Babat III terdiri dari Desa Trepan, Balanpelang, Gembong dan Balandono memanfaatkan irigasi dari Rawa Semando dan Sungai Bengawan Solo. Dan terakhir Babat IV terdiri dari Desa Puncakwangi, Karang Kembang, Kuripan dan Gendong Kulon sumber air irigasinya dari air tanah dan embung. “Alhamdullillah, empat HIPPA Gabungan sudah tertata dan sebagian sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat petani,” ucapnya.

Baca Juga :   Warga Desa Titik, Merantau ke Kota Palu Adalah Harapan

Dicontohkan, dari HIPPA Gabunan di Babat I sudah berhasil melakukan panen raya pada akhir tahun 2019 dilahan seluas 1500 hektare. Sedang di Babat II pertengahan tahun 2020 ini telah dilakukan panen dilahan seluas 500 hektar. “Yang Babat III dan IV dipastikan menyusul,” ujarnya sambil tersenyum.

Selain meningkatkan produksi pertanian melalui HIPPA Gabungan, Mulkan termotivasi untuk mengembangan tanaman buah dan agrobis. Yang sudah dirintis yaitu penanaman 350 batang pohon kelengkeng di Desa Gendong Kulon, 500 batang alpukat di Desa Kuripan, 2400 batang mangga di Bulumargi, Datinawong, Sumurgenuk, Patihan dan Kebonagung. Selain itu juga menjadikan Desa Trepan sebagai kebun pisang dan Desa Truni sebagai sentra tanaman bawang merah.

Baca Juga :   DPRD Bojonegoro: Kades Hati-hati Kelola Dana Desa

Tanaman buah sangat potensial dikembangkan di Kecamatan Babat mengingat adanya pusat penjualan buah-buahan di Pasar Agrobis Babat. Selama ini pemasok buah berasal dari luar wilayah Lamongan. Pengembangan tanaman buah di Kecamatan Babat kedepannya diharapkan bisa memasok buah-buahan di pasar Agrobis dengan harga lebih komptetitif dari daerah lainnya. “Harapan saya tahun 2023 nanti tanaman buah sudah bisa dipetik hasilnya. Warga tidak harus pusing memikirkan pemasaran karena tinggal dipasok di Pasar Agrobis Babat,” papar Camat yang dikenal suka blusukan ini.

Upaya yang dilakukan Mulkan berangkat atas keprihatinan tingginya angka kemiskinan di Kecamatan Babat. Ironis, mengingat Babat merupakan wilayah nomor dua setelah Lamongan kota di Kabupaten Lamongan. “Impian yang ingin diwujudkan bagaimana menciptakan Babat menuju makmur bahagia,” tandasnya penuh semangat.
Penulis :Totok Martono
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *